Mengenal Hypophrenia: Arti, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hypophrenia adalah emosi diri sendiri yang timbul sebagai respons dari suatu permasalahan yang menimpa dirinya. Hypophrenia juga memiliki arti sebagai kondisi ketika seseorang menangis secara tiba-tiba dan tanpa alasan.
Situasi di atas menunjukkan bahwa hypophrenia merupakan indikasi bahwa seseorang memiliki gangguan mental tertentu.
Berdasarkan ungkapan yang ditulis oleh Hefni dalam bukunya berjudul Sedikit Tertawa, Banyak Menangis, situasi ketika seseorang menangis menandakan bahwa mereka tengah meluapkan emosi dan umumnya terjadi karena alasan tertentu.
Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut untuk lebih mengetahui tentang arti, penyebab, dan cara mengatasi hypophrenia.
Arti Hypophrenia
Hypophrenia adalah situasi ketika seseorang merasa sangat emosional dan sedih secara berlebihan, sehingga menyebabkan dirinya menangis.
Menangis tanpa sebab bisa disebabkan oleh adanya gangguan yang timbul pada otak dan berdampak pada emosi seseorang. Seseorang yang mengalami gejala hypophrenia akan menjadi sangat sensitif.
Hal itu membuat mereka sulit untuk berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang lain. Hidupnya cenderung monoton, seperti bekerja dan melakukan hal-hal yang harus dilakukannya. Apabila memiliki banyak waktu lua, mereka cenderung mudah menangis.
Orang yang mengidap hypophrenia juga sangat mudah berpikir negatif, pemalas, mudah overthinking, dan kurang bersemangat. Mereka bahkan tidak tahu alasan mereka berperilaku demikian.
Penyebab Hypophrenia
Ada banyak penyebab terjadinya hypophrenia. Kondisi ini dapat terjadi karena ada permasalahan mental, seperti gangguan kecemasan, Post Traumatic Stress Disorder (PTSD), depresi, Organic Brain System (OBS), bipolar, serta stres berlebihan.
Bukan hanya masalah kesehatan mental yang menjadi penyebab menangis tanpa alasan. Masalah fisik seperti kelelahan juga bisa menimbulkan gejala hypophrenia.
Bahkan, hypophrenia juga bisa disebabkan oleh kehamilan, Premenstrual Syndrome (PMS), masalah neurologis, hingga duka yang mendalam.
Cara Mengatasi Hypophrenia
Kondisi hypophrenia tentu tidak menyenangkan, seseorang cenderung tidak memiliki semangat hidup yang membuatnya merasa menderita dan sensitif setiap waktu. Oleh sebab itu, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi hypophrenia.
Adapun beberapa cara mengatasi hypophrenia adalah sebagai beriku.
Menyadari pentingnya menjaga kesehatan mental.
Berbagi cerita kepada rekan terdekat.
Melatih kinerja otot wajah dengan relaksasi.
Mengatur pernapasan.
Membiasakan diri untuk tersenyum untuk menjaga kestabilan emosi.
Mencoba berpikir positif.
Melakukan hal-hal yang dapat meningkatkan mood.
Membangun lingkungan sekitar yang positif dan suportif.
Itulah penjelasan lengkap mengenai hypophrenia. Semoga bermanfaat! (ENF)
