Mengenal Istilah Psikologi yang Mengalami Tekanan Tuntutan Hidup

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Istilah psikologi yang mengalami tekanan hidup disebut sebagai stres dan distres. Keduanya menggambarkan situasi di mana seseorang benar-benar tertekan dan merasa kesulitan dalam menjalani hidup.
Walaupun memiliki gambaran yang sama, pengertian dan gejala yang ditimbulkan dari kedua istilah psikologi ini berbeda. Untuk informasi lebih lanjut, simak di bawah ini.
Istilah Psikologi yang Mengalami Tekanan Tuntutan Hidup
Dalam psikologi, terdapat istilah atau sebutan untuk mereka yang mengalami tekanan tuntutan hidup, yakni stres dan distres. Keduanya menunjukkan bahwa seseorang sedang kesulitan.
Karena menggambarkan suatu kondisi yang sama, keduanya sering dianggap satu. Padahal, stres dan distres jelas berbeda, terutama di bagian respon emosional, gejala, dan pengertian yang diberikan.
Dirangkum dari situs nih.gov, stres adalah respon yang diberikan oleh tekanan dari lingkungan atau internal. Sedangkan distres adalah keadaan ketika seseorang sudah tidak mampu menahan stres.
Gejala Stres dan Distres
Selain reaksi dan pengertian yang diberikan, gejala stres dan distres juga jauh berbeda. Berikut ini penjelasannya.
1. Stres
Saat sedang mengalami stres, seseorang akan menjadi mudah marah, ketakutan, selalu cemas, frustasi, dan terlalu banyak bekerja. Terkadang, tanda-tanda ini sulit untuk diidentifikasi.
Stres juga berasal dari sumber yang jelas, seperti aktivitas sehari-hari dan lingkungan. Karena itu, mereka dapat memberikan beberapa tanda di psikologis, emosional, fisik, dan perilaku. Berikut penjelasannya:
Tanda psikologis: sulit untuk berkonsentrasi, mudah cemas, selalu khawatir, sulit mengingat sesuatu.
Tanda emosional: mudah marah, frustasi, kesal, dan murung.
Tanda fisik: tekanan darah tinggi, perubahan berat badan, hancurnya siklus menstruasi, dan libido tinggi.
Tanda perilaku: penampilan acak-acakan, tidak memiliki waktu untuk hobi, dan bergantung pada obat-obatan.
2. Distres
Distres juga memberikan gejala yang sulit diidentifikasi. Jika terus dibiarkan, distres dapat berkembang menjadi gangguan kesehatan mental. Apa saja gejalanya? Berikut ini penjelasannya.
Selalu merasa bersalah tanpa alasan jelas.
Menghabiskan banyak waktu dengan khawatir.
Mengalami kesulitan untuk mengingat sesuatu.
Banyak tidur.
Perubahan nafsu makan.
Mengandalkan obat-obatan untuk mengubah suasana hati.
Mengisolasi diri.
Kelelahan walaupun tidak melakukan banyak aktivitas.
Kesulitan untuk berinteraksi.
Itulah dia penjelasan mengenai stres dan distres yang penting untuk diketahui. Semoga membantu! (RN)
