Mengenal Trigger Mental dan Ragam Pemicunya

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
Konten dari Pengguna
22 Agustus 2023 20:02 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi trigger mental adalah. Sumber foto: pexels/Liza Summer.
ADVERTISEMENT
Trigger mental adalah ingatan tentang sesuatu yang menyakitkan muncul kembali. Topik Psikologi seperti ini sedang fenomenal dan menjadi pembahasan yang seru.
ADVERTISEMENT
Untuk mengetahui pemaparan lebih lanjut tentang trigger mental, simak ulasan di bawah ini.

Pengertian Trigger Mental

Ilustrasi Trigger mental adalah. Sumber foto: pexels/Keira Burton.
Dalam buku Keperawatan Kesehatan Komunitas yang ditulis oleh Ferry Efendi, dijelaskan bahwa trigger mental adalah konsep dalam Psikologi yang merujuk pada stimulus atau pemicu yang dapat memicu ingatan menyakitkan atau gejala tertentu muncul kembali dalam diri seseorang.
Hal ini umumnya terkait dengan pengalaman traumatis yang pernah dialami oleh seseorang.
Trigger dapat berupa pengingat sensorik seperti suara, bau, pemandangan, atau sensasi fisik yang terkait dengan pengalaman tersebut.
Pengenalan dan pemahaman terhadap trigger sangat penting. Terutama bagi individu yang memiliki trauma, karena trigger dapat memicu perasaan tak nyaman seperti cemas hingga panik.
ADVERTISEMENT

Bagaimana Trigger Terbentuk?

Trigger dapat terbentuk melalui proses yang melibatkan indra kita, seperti penglihatan, penciuman, atau pendengaran.
Ketika seseorang mengalami trauma, otak cenderung menyimpan rangsangan sensorik sekitarnya ke dalam ingatan.
Hal tersebut bisa berupa suara tertentu, pemandangan khusus, atau bahkan bau tertentu yang terkait dengan peristiwa traumatis.
Kemudian, suatu waktu di masa depan, otak dapat mengaktifkan kembali perasaan yang terkait dengan trauma tersebut ketika individu tersebut terpapar oleh trigger kembali.

Contoh Trigger

Trigger bisa berasal dari berbagai sumber. Beberapa contoh trigger yang umum meliputi:
ADVERTISEMENT

Apa yang Dapat Dilakukan Jika Terkena Trigger?

Ketika seseorang mengalami trigger, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan, di antaranya:

1. Latih Belas Kasih dan Penerimaan Diri

Mencoba untuk tidak merasa kesal pada diri sendiri karena memiliki perasaan ini. Sayangi diri kalian dengan penuh pengertian.

2. Cobalah Bermeditasi

Menarik napas dalam-dalam dan mensugesti diri bahwa segalanya akan aman dan baik-baik saja. Meditasi juga dapat membantu mengurangi kecemasan, depresi, dan stres.

Hal-Hal yang Berpotensi Menjadi Penyebab Trigger

Beberapa faktor yang dapat menjadi pemicu atau trigger trauma meliputi:

1. Situasi yang Mengundang Kecemasan

Trauma membuat seseorang lebih rentan terhadap situasi yang mengundang kecemasan, yang bisa memicu perasaan tak aman.

2. Emosi Tertentu yang Berkaitan Erat dengan Peristiwa Traumatis

Perasaan seperti diabaikan, ditinggalkan, atau dicurangi dapat memicu trauma yang berkaitan dengan pengalaman emosional.

3. Suara Tertentu yang Dapat Merangsang Ingatan Menyakitkan

Suara seperti sirene, tembakan, atau tangisan dapat memicu ingatan trauma.
ADVERTISEMENT

4. Benda atau Hal Lain yang Terasa Sangat Mengganggu

Penglihatan benda-benda atau situasi yang terkait dengan trauma dapat memicu reaksi trauma.

5. Indra Penciuman

Aroma tertentu juga dapat menjadi trigger, karena otak mengidentifikasi aroma dengan suatu peristiwa traumatis.
Dalam menghadapi trigger mental, penting untuk mencari dukungan dan bantuan profesional jika diperlukan. Memahami trigger adalah salah satu cara untuk membantu individu mengelola trauma mereka dengan lebih baik. (DAI)