Menghadapi Orang Tua yang Silent Treatment dengan Bijak

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Orang tua sering kali melakukan silent treatment kepada anak hingga susah diajak kompromi. Oleh karena itu, cara menghadapi orang tua yang silent treatment perlu diketahui.
Dikutip dari buku Tegas Membangun Batas karya Desy Wee, menghadapi orang tua silent treatment memang susah. Jika tidak segera dihadapi, perilaku silent treatment dari orang tua bisa menjadi kekerasan emosional yang terus membekas di hati anak.
Menghadapi Orang Tua yang Silent Treatment dengan Bijak
Berikut penjelasan menghadapi orang tua yang silent treatment dengan bijak.
1. Mencoba bicara baik-baik
Memang tidak mudah untuk kembali menjalin hubungan baik dengan orang tua yang sering melakukan silent treatment. Akan tetapi, tidak ada salahnya untuk mengajak orang tua duduk bersama dan saling bicara dari hati ke hati.
Tanyakan pelan-pelan alasan orang tua berperilaku seperti itu terhadap anaknya.
2. Bersikap tegas
Salah satu cara terbaik untuk menghadapi orang tua yang melakukan tindakan silent treatment adalah dengan memaafkannya. Buanglah pikiran negatif meskipun orang tua selalu meresahkan perasaan anaknya.
Ketika sudah memaafkan orangtua, tidak ada salahnya selanjutnya mencoba untuk bersikap tegas dengan orang tua sendiri.
Misalnya, orang tua mendiamkan hanya karena kesalahan sepele. Jangan takut untuk membela diri supaya tidak terus-terusan disalahkan dan didiamkan.
3. Buat kesepakatan bersama
Sangat wajar jika anak membutuhkan persetujuan orang tua demi mewujudkan keinginan. Sebagai contoh anak sangat ingin bekerja di kantor impiannya dan ingin meminta restu orang tua supaya lolos seleksi.
Bukannya mendukung keputusan anaknya, orang tua justru mendiamkan karena tidak senang.
Berikan pemahaman kepada orang tua bahwa anaknya sudah dewasa dan berhak memilih jalan hidupnya sendiri. Sampaikan pelan-pelan bahwa sebagai anak membutuhkan masukan terbaik dari orang tua, bukan aturan yang saklek.
Ketika menghadapi orang tua dengan cara ini, orang tua mungkin akan menolak batasan-batasan yang diminta dengan cara silent treatment.
Tetapi tidak perlu berkecil hati. Memberi batasan dalam hubungan keluarga itu wajar demi kewarasan diri dan justru diperlukan untuk membentuk hubungan yang sehat dengan orang tua.
Demikian penjelasan menghadapi orang tua yang silent treatment dengan bijak. (ARH)
