Konten dari Pengguna

Munchausen Syndrom: Pengertian, Gejala, dan Cara Mengobati

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi munchausen adalah. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi munchausen adalah. Foto: Pixabay

Munchausen adalah gangguan mental di mana penderita memiliki kecenderungan berfantasi dengan melakukan kebohongan, yang difokuskan pada pura-pura sakit bahkan dirawat di rumah sakit.

Sindrom ini seringkali terjadi pada anak-anak dan menjadi perhatian khusus bagi para orang tua juga pendidik. Berikut akan dibahas lebih lanjut mengenai pengertian, gejala, dan cara mengatasi munchausen syndrom yang perlu diwaspadai.

Pengertian Munchausen

Ilustrasi munchausen adalah. Foto: Pixabay

Secara singkat disebut juga sindrom pura-pura sakit yang merupakan salah satu jenis gangguan mental. Sindrom ini bisa terjadi pada anak-anak, bahkan lebih parahnya bisa terjadi pada orang tua kepada anaknya.

Berdasarkan buku Pura-pura Sakit untuk Mencari Simpati (Sindroma Munchausen) karya Monty P. Satiadarma, penderita munchausen memiliki kecenderungan untuk berbohong karena:

  1. Perilaku berfantasi yang dirasa menyenangkan oleh yang bersangkutan

  2. Penderita dapat memperoleh perhatian dari orang lain

  3. Penderita merasa mampu memobilisasi informasi

  4. Penderita melakukannya sebagai suatu bentuk manifestasi amarah

  5. Penderita melakukannya sebagai bentuk kontrol atas diri orang lain

Gejala Munchausen

Ilustrasi munchausen adalah. Foto: Pixabay

Berdasarkan buku 77 Permasalahan Anak dan Cara Mengatasinya karya Ana Widyastuti, gejala Munchausen antara lain:

  1. Riwayat penyakit yang tidak konsisten dan sering berubah

  2. Gejala penyakit semakin parah setelah dilakukan pemeriksaan, pengobatan, atau perawatan

  3. Memiliki pengetahuan yang cukup luas mengenai penyakit yang diderita, istilah medis, dan berbagai prosedur di fasilitas kesehatan

  4. Muncul gejala baru atau gejala yang berbeda setelah hasil tes kesehatan yang menyatakan tidak ada sumber penyakit terdeteksi

  5. Tidak takut atau ragu menjalani berbagai pemeriksaan, operasi, dan prosedur lainnya

  6. Sangat sering periksa ke dokter, rumah sakit, dan fasilitas kesehatan yang berbeda

Pada beberapa kasus, penderita munchausen syndrom akan mengalami beberapa gejala klinis, seperti:

  1. Penderita mengeluhkan rasa sakit pada sejumlah bagian tubuh disertai rasa mual

  2. Pusing hingga sakit kepala hebat dan pingsan

  3. Terkadang mengalami pembengkakan pada tubuh

  4. Peningkatan suhu tubuh tanpa sebab yang jelas

  5. Tampak lemah

Selain itu, penderita munchausen syndrom sengaja berperan sakit untuk menunjukkan sifat kepahlawanan dan pengorbanan, bahkan menggunakan obat secara berlebihan hingga ia perlu mendapat perawatan di rumah sakit.

Cara Mengobati Munchausen

Ilustrasi munchausen adalah. Foto: Pixabay

Sebelum melaksanakan pengobatan, penderita harus menyadari kebiasaan salah mereka terlebih dulu. Selanjutnya, penderita bisa menjalani psikoterapi, yakni terapi perilaku kognitif untuk mengubah pola pikir.

Setelah itu, perlu dilakukan pengobatan untuk mengatasi penyebab yang memicu penderita mengalami munchausen syndrom karena tidak ada obat yang dapat menyembuhkan sindrom tersebut.

Dokter hanya akan memberikan obat-obatan antidepresan pada penderita munchausen yang disertai dengan penyakit kejiwaan lain, seperti depresi dan gangguan kecemasan.

Demikian adalah pengertian, gejala, dan cara mengatasi munchausen syndrom yang perlu diketahui. (SP)