Munchausen Syndrom: Pengertian, Gejala, dan Cara Mengobati

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Munchausen adalah gangguan mental di mana penderita memiliki kecenderungan berfantasi dengan melakukan kebohongan, yang difokuskan pada pura-pura sakit bahkan dirawat di rumah sakit.
Sindrom ini seringkali terjadi pada anak-anak dan menjadi perhatian khusus bagi para orang tua juga pendidik. Berikut akan dibahas lebih lanjut mengenai pengertian, gejala, dan cara mengatasi munchausen syndrom yang perlu diwaspadai.
Pengertian Munchausen
Secara singkat disebut juga sindrom pura-pura sakit yang merupakan salah satu jenis gangguan mental. Sindrom ini bisa terjadi pada anak-anak, bahkan lebih parahnya bisa terjadi pada orang tua kepada anaknya.
Berdasarkan buku Pura-pura Sakit untuk Mencari Simpati (Sindroma Munchausen) karya Monty P. Satiadarma, penderita munchausen memiliki kecenderungan untuk berbohong karena:
Perilaku berfantasi yang dirasa menyenangkan oleh yang bersangkutan
Penderita dapat memperoleh perhatian dari orang lain
Penderita merasa mampu memobilisasi informasi
Penderita melakukannya sebagai suatu bentuk manifestasi amarah
Penderita melakukannya sebagai bentuk kontrol atas diri orang lain
Gejala Munchausen
Berdasarkan buku 77 Permasalahan Anak dan Cara Mengatasinya karya Ana Widyastuti, gejala Munchausen antara lain:
Riwayat penyakit yang tidak konsisten dan sering berubah
Gejala penyakit semakin parah setelah dilakukan pemeriksaan, pengobatan, atau perawatan
Memiliki pengetahuan yang cukup luas mengenai penyakit yang diderita, istilah medis, dan berbagai prosedur di fasilitas kesehatan
Muncul gejala baru atau gejala yang berbeda setelah hasil tes kesehatan yang menyatakan tidak ada sumber penyakit terdeteksi
Tidak takut atau ragu menjalani berbagai pemeriksaan, operasi, dan prosedur lainnya
Sangat sering periksa ke dokter, rumah sakit, dan fasilitas kesehatan yang berbeda
Pada beberapa kasus, penderita munchausen syndrom akan mengalami beberapa gejala klinis, seperti:
Penderita mengeluhkan rasa sakit pada sejumlah bagian tubuh disertai rasa mual
Pusing hingga sakit kepala hebat dan pingsan
Terkadang mengalami pembengkakan pada tubuh
Peningkatan suhu tubuh tanpa sebab yang jelas
Tampak lemah
Selain itu, penderita munchausen syndrom sengaja berperan sakit untuk menunjukkan sifat kepahlawanan dan pengorbanan, bahkan menggunakan obat secara berlebihan hingga ia perlu mendapat perawatan di rumah sakit.
Cara Mengobati Munchausen
Sebelum melaksanakan pengobatan, penderita harus menyadari kebiasaan salah mereka terlebih dulu. Selanjutnya, penderita bisa menjalani psikoterapi, yakni terapi perilaku kognitif untuk mengubah pola pikir.
Setelah itu, perlu dilakukan pengobatan untuk mengatasi penyebab yang memicu penderita mengalami munchausen syndrom karena tidak ada obat yang dapat menyembuhkan sindrom tersebut.
Dokter hanya akan memberikan obat-obatan antidepresan pada penderita munchausen yang disertai dengan penyakit kejiwaan lain, seperti depresi dan gangguan kecemasan.
Demikian adalah pengertian, gejala, dan cara mengatasi munchausen syndrom yang perlu diketahui. (SP)
