Konten dari Pengguna

Pengertian Apatis, Tanda-Tanda, serta Cara Mengatasinya

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi apatis. Sumber: Liza Summer/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi apatis. Sumber: Liza Summer/pexels.com

Apatis adalah sikap yang perlu dihindari oleh setiap individu, karena merugikan bagi diri sendiri maupun orang lain. Pasalnya, sikap apatis menunjukkan bahwa seseorang tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya.

Hal ini juga diungkapkan oleh Oktasari dalam Menghindari Sikap Apatis Antar Individu Melalui Komunikasi Untuk Meningkatkan Hubungan Yang Baik Antar Individu, bahwa apatis adalah ketidakpedulian seseorang terhadap lingkungannya.

Untuk memahami lebih lanjut mengenai apa itu apatis, mari baca artikel berikut ini.

Apa itu Apatis?

Ilustrasi apatis. Sumber: Liza Summer/pexels.com

Pada dasarnya, setiap orang pernah berada di fase apatis. Apabila terjadi di waktu-waktu tertentu, hal ini termasuk kondisi yang normal. Akan tetapi, jika menjadi suatu kebiasaan, sikap apatis tergolong sebagai suatu hal yang buruk.

Lantas, apa itu apatis? Apatis adalah suatu sikap tak acuh kepada segala sesuatu yang ada di sekitarnya. Hal ini membuat seseorang mengabaikan omongan orang lain dan menunjukkan ketidakpeduliannya.

Apabila dibiarkan begitu saja, sikap apatis bisa menjadi suatu hal yang buruk. Bahkan, apatis tergolong sebagai gejala gangguan mental, seperti depresi.

Selain itu, apatis juga bisa memengaruhi kesehatan dan memicu beberapa penyakit, seperti demensia, stroke, penyakit Parkinson, penyakit Alzheimer, hingga penyakit Huntington.

Tanda-Tanda Apatis

Sikap apatis memiliki sejumlah ciri-ciri yang perlu diperhatikan. Adapun tanda-tanda apatis adalah.

  • Seseorang menjadi kurang bersemangat dalam beraktivitas atau melakukan suatu hal.

  • Seseorang tidak merasakan emosi apa saja, baik itu hal baik maupun hal buruk.

  • Seseorang tidak termotivasi untuk menggapai suatu tujuan.

  • Tidak peduli terhadap perasaan orang lain.

  • Kehilangan minat terhadap hal-hal yang sebelumnya disukai.

  • Tidak mempunyai keinginan untuk mencoba hal-hal baru.

  • Kurang tertarik terhadap aktivitas sosial atau acara tertentu.

  • Tidak peduli terhadap masalah yang terjadi pada diri sendiri maupun orang lain.

  • Tidak tertarik untuk mencari pengalaman atau bertemu dengan orang baru.

Cara Mengatasi Apatis

Pada dasarnya, sikap apatis yang dibiarkan begitu saja bisa berdampak buruk bagi diri sendiri maupun hubungan sosialnya. Untuk itu, kamu perlu segera mengatasinya.

Adapun cara mengatasi apatis adalah.

1. Perubahan Gaya Hidup

Salah satu cara mengatasi apatis adalah dengan mengubah gaya hidup sehari-hari. Hal ini diperlukan untuk memperbaiki hubungan sosial seseorang dengan orang lain.

Pasalnya, melakukan interaksi sosial dan menjaga agar hubungan tetap baik adalah hal penting. Untuk itu, perlu berusaha mengubah gaya hidup agar merasa lebih senang.

2. Mengonsumsi Obat-obatan

Cara mengatasi apatis lainnya adalah dengan mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan oleh dokter. Cara ini bisa dilakukan apabila sikap apatis terjadi karena masalah kesehatan tertentu.

Pada dasarnya, dokter akan memberikan resep obat sesuai dengan penyebabnya untuk meredakan gejalanya atau mendorong produksi dopamin.

3. Psikoterapi

Terakhir, cara mengatasi apatis adalah dengan melakukan psikoterapi. Cara ini bisa dilakukan jika apatis terjadi karena gangguan kecemasan maupun depresi.

Psikoterapi sendiri akan dilakukan bersama seorang terapis dengan menerapkan jenis terapi perilaku kognitif untuk mengidentifikasi penyebabnya dan membantu mengubah pola pikir seseorang menjadi lebih positif.

Demikian sederet informasi seputar apa itu apatis, tanda-tanda, dan cara mengatasinya. [ENF]