Pengertian Backburner Relationship dan Ciri-Cirinya

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam dunia hubungan, pengertian backburner relationship adalah hubungan cadangan. Mungkin istilah ini terdengar asing bagi sebagian orang. Namun, hal ini merupakan dinamika yang cukup umum dalam beberapa hubungan yang kurang sehat.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang backburner, simak uraian di bawah ini.
Pengertian Backburner Relationship
Backburner relationship adalah hubungan di mana seseorang mempertahankan seseorang sebagai opsi cadangan tanpa memberikan komitmen yang jelas atau prioritas dalam kehidupan mereka.
Dikutip dalam buku Patch Adam (Kisah Inspiratif Seorang Dokter Eksentrik yang Menyembuhkan dengan Humor dan Kebahagiaan) karya Patch Adam dan Maureen Mylander, cinta adalah pasrah tanpa syarat pada perasaan meluap-luap saat memberi atau menerima cinta.
Aspek cinta tanpa syarat tersebut sangat penting. Karena tanpanya, cinta akan dibunuh oleh pengharapan, rasa ragu, dan rasa takut.
Sedangkan orang yang terjebak pada backburner biasanya tidak mencintai pasangannya dengan begitu kuat.
Ciri-ciri Backburner Relationship
Ada beberapa ciri dari backburner relationship yang perlu diwaspadai, diantaranya:
1. Konsistensi Komunikasi
Salah satu ciri khas dari backburner relationship adalah tidak ada konsistensi dalam komunikasi. Pasangan yang terlibat backburner relationship hanya berkomunikasi saat mereka merasa perlu atau saat sedang tidak ada pilihan lain.
Mereka sering menghilang dalam waktu yang lama tanpa alasan yang jelas. Bahkan terkadang ketika itu mereka tengah bersama orang lain.
2. Someday...You Will be Mine
Dalam hubungan semacam ini, seringkali terdengar janji-janji tentang masa depan yang lebih baik. Mereka cenderung sering mengatakan, "Someday...You will be mine," tetapi selalu ada alasan mengapa saat ini bukan saat yang tepat.
Hal itulah yang membuat pasangan di posisi cadangan merasa tertunda dan tidak dihargai.
3. Peran Cadangan
Pada umumnya, seseorang yang menjadi backburner sering dijadikan rencana cadangan. Mereka hanya dipertimbangkan saat pasangan membutuhkan mereka dan sering kali diabaikan pada saat-saat lain. Hal ini bisa sangat menyakitkan dan merendahkan harga diri seseorang.
4. Sikap Posesif
Sebaliknya, pasangan yang mempertahankan hubungan backburner bisa menjadi sangat posesif. Mereka cemburu ketika pasangan membicarakan orang lain dan bisa menunjukkan rasa cemburu yang berlebihan.
Sikap tersebut tidak sehat dan dapat menciptakan ketegangan dalam hubungan. Hubungan yang sehat memerlukan komitmen, komunikasi yang konsisten, dan saling menghormati. Backburner relationship adalah dinamika hubungan yang harus dihindari. (DAI)
