Pengertian Bullying Secara Fisik beserta Cara Mengatasinya

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bullying secara fisik adalah bentuk penindasan yang dilakukan oleh seorang pelaku dengan kekerasan secara fisik. Akibatnya, seorang korban akan mengalami luka-luka dan memar.
Zakiyah, Humaedi, dan Santoso dalam Faktor yang Mempengaruhi Remaja dalam Melakukan Bullying menyebutkan bahwa bullying secara fisik bisa memicu munculnya masalah kesehatan.
Untuk mengetahui lebih dalam mengenai bullying secara fisik dan cara mengatasinya, mari simak penjelasannya berikut ini.
Pengertian Bullying Secara Fisik
Bullying secara fisik adalah suatu perilaku perundungan yang dilakukan secara fisik. Perilaku ini banyak terjadi di sekolah dan merugikan korban.
Contoh dari bullying secara fisik adalah meninju korban, memukul, menampar, menendang, mendorong, hingga kekerasan fisik lainnya.
Akibat dari bullying secara fisik adalah seseorang mengalami luka, memar, hingga munculnya masalah kesehatan tertentu. Maka dari itu, jenis bullying ini termasuk sebagai perundungan yang mudah untuk dikenali.
Cara Mengatasi Bullying Secara Fisik
Terdapat beberapa upaya yang bisa dilakukan oleh orang tua ketika anaknya mengalami bullying secara fisik. Adapun sejumlah cara mengatasi bullying secara fisik sebagai berikut.
1. Mengenalkan Bullying Kepada Anak
Salah satu cara mengatasi bullying secara fisik adalah dengan mengenalkan kepada anak mengenai apa itu bullying dan cara mencegahnya. Dengan begitu, anak-anak bisa terhindar dari perilaku bullying.
2. Memahami Tanda-Tanda Bullying
Cara mengatasi bullying secara fisik berikutnya adalah orang tua harus memahami tanda-tanda penindasan yang dialami anaknya.
Hal ini perlu dilakukan agar orang tua bisa melakukan tindakan penanganan yang lebih tepat. Di samping itu, orang tua juga bisa meminta bantuan kepada guru untuk melakukan pemantauan.
Pasalnya, saat berada di lingkungan sekolah, perilaku anak-anak tidak dapat dipantau olehnya sehingga orang tua perlu meminta bantuan guru.
3. Melaporkan Kasus Penindasan
Cara mengatasi bullying secara fisik selanjutnya adalah dengan melaporkan kasus penindasan kepada pihak sekolah. Cara ini diperlukan agar pelaku mendapatkan balasan yang setimpal.
Di samping itu, hal ini juga bisa menjadi peringatan kepada siswa lainnya bahwa melakukan penindasan bukanlah perilaku yang terpuji.
4. Mengajarkan Anak tentang Pertahanan Diri
Cara mengatasi bullying secara fisik yang terakhir adalah dengan mengajarkan kepada anak tentang mekanisme pertahanan diri. Misalnya adalah menunjukkan bahwa dirinya tidak lemah.
Selain itu, seorang anak juga bisa meningkatkan prestasinya agar tidak mudah diremehkan. Dengan begitu, perilaku bullying pun dapat berkurang. Demikian penjelasan mengenai pengertian bullying secara fisik dan cara mengatasinya. [ENF]
