Pengertian dan Contoh Skeptis dalam Kehidupan Sehari-hari

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Skeptis adalah salah satu kata dalam bahasa Indonesia yang artinya ragu-ragu. Pada kehidupan sehari-hari, seseorang biasanya menggunakan kata skeptis untuk menyebutkan perasan diri sendiri atau sikap dari orang lain.
Selain muncul dalam percakapan sehari-hari, kata skeptis juga sering kali muncul ketika membahas tentang sikap ilmiah. Pasalnya, sikap skeptis ini merupakan salah satu dari tujuh sikap ilmiah.
Pengertian Skeptis
Mengutip dari buku berjudul Ilmu Alamiah Dasar karya Sanjayanti, dkk. (2021: 21), orang yang berkecimpung dalam ilmu alamiah akan terbentuk sikap ilmiah. Sikap ilmiah itu, antara lain:
Jujur
Skeptis
Optimis
Kreatif
Kritis
Toleran
Terbuka
Masih dalam buku yang sama, Sanjayanti, dkk. (2021: 21) pun menjelaskan bahwa skeptis adalah sikap kehati-hatian dan kritis dalam memperoleh informasi. Pengertian tersebut juga selaras dengan pengertian skeptis dalam kamus.
Mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring Kemdikbud, skeptis adalah kurang percaya, ragu-ragu (terhadap keberhasilan ajaran dan sebagainya).
Demikian dapat dipahami bahwa skeptis adalah sikap kurang percaya atau ragu-ragu akan kebenaran suatu hal, baik informasi, ajaran, maupun fenomena. Pasalnya, hal tersebut belum memiliki bukti konkret atau fakta yang kuat.
Contoh Sikap Skeptis dalam Kehidupan Sehari-hari
Setelah mengetahui pengertian skeptis, sekarang adalah saatnya untuk mengenal contoh sikap skeptis. Pengenalan terhadap contoh perilaku ini dapat memudahkan seseorang untuk mengetahui bentuk skeptis dalam kehidupan sehari-hari.
Berikut adalah beberapa contoh sikap skeptis yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Meragukan persentase pengawet dalam suatu makanan.
Meragukan kebenaran ulasan suatu produk yang muncul di media massa atau di media sosial.
Meragukan kebenaran suatu anggapan sebagai mitos atau fakta.
Meragukan kebenaran suatu informasi dari orang lain atau media sosial.
Meragukan ketepatan suatu konsep sebab belum ada riset yang terpercaya.
Jadi, skeptis dalam kehidupan sehari-hari merupakan sikap keragu-raguan atau kurang percaya terhadap sesuatu. Oleh sebab itu, banyak orang melakukan pencarian untuk menemukan bukti atau fakta dari hal yang meragukan baginya. (AA)
