Pengertian Defensif dalam Ilmu Psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Defensif adalah sebuah istilah yang ada di dalam dunia psikologi yang merujuk pada perilaku seseorang yang cenderung bertahan, atau tidak mau menerima masukan dari orang lain.
Sikap seperti ini tentunya bisa memberikan dampak buruk bagi kehidupan orang tersebut, terutama kehidupan sosialnya.
Untuk lebih memahami tentang pengertian defensif dalam ilmu psikologi, simak ulasan berikut ini.
Pengertian Defensif
Dikutip dari buku Cara Cepat Membaca Bahasa Tubuh Semudah Membaca Koran karya Asti Musman, (2016) pengertian defensif adalah sikap bertahan atau mempertahankan diri.
Selain itu, defensif bisa diartikan sebagai perilaku yang cenderung untuk mempertahankan diri, pendapat, atau keinginan tanpa mau menerima masukan dari orang lain.
Sikap ini sering muncul sebagai respons terhadap perasaan tidak nyaman, tidak aman, atau terancam oleh kritik, umpan balik, atau perubahan.
Defensif dapat menjadi salah satu mekanisme pertahanan diri yang bertujuan untuk melindungi ego atau citra diri dari rasa bersalah atau malu.
Sikap ini dapat menghambat perkembangan pribadi dan hubungan antar individu. Ketika seseorang terlalu defensif, mungkin sulit untuk belajar dari kesalahan atau menerima bantuan untuk memperbaiki diri.
Akhirnya, hal ini akan merusak komunikasi dan kerja sama dalam berbagai konteks, termasuk hubungan pribadi, profesional, dan sosial.
Penyebab Defensif
Secara umum, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang bersikap defensif, antara lain:
1. Pengalaman Buruk Masa Lalu
Seseorang yang pernah mengalami trauma atau pengalaman negatif dalam interaksi sosial sebelumnya dapat menjadi lebih defensif.
Ia mungkin mengingat situasi yang pernah melukai dirinya sehingga merasa perlu untuk selalu berjaga-jaga.
2. Rasa Takut Terhadap Penilaian Negatif
Seseorang mungkin menjadi defensif karena takut bahwa orang lain akan menilai atau mengkritiknya secara negatif.
Hal ini dapat membuat mereka sulit menerima kritik atau masukan yang sebenarnya konstruktif.
3. Kecenderungan untuk Mempertahankan Citra Diri
Setiap orang sering kali ingin menjaga citra diri mereka yang positif. Jadi, ketika mereka dihadapkan dengan kesalahan atau kekurangan, mereka cenderung defensif agar citra dirinya tidak tercoreng.
4. Kurangnya Keterampilan Komunikasi
Kurangnya keterampilan dalam berkomunikasi atau mengekspresikan perasaan dan pendapat dengan baik, dapat menyebabkan seseorang menjadi defensif.
Mereka mungkin tidak tahu bagaimana mengomunikasikan kekhawatiran atau keberatan mereka dengan cara yang lebih terbuka dan konstruktif.
Baca juga: Girl Code: Pengertian Beserta Contohnya yang Perlu Diketahui Perempuan
Kesimpulannya, menurut psikologi, defensif adalah sikap bertahan atau mempertahankan diri. Sifat ini dapat memberi sejumlah dampak negatif bagi seseorang. (WWN)
