Pengertian Dismissive Avoidant dalam Hubungan dan Tandanya

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dismissive avoidant adalah salah satu jenis pola kelekatan hubungan yang memiliki kecenderungan untuk menghindari adanya kedekatan atau perasaan intim dengan orang lain, atau bahkan pasangan.
Seseorang yang memiliki pola kelekatan dismissive avoidant biasanya memiliki beberapa tanda-tanda yang dapat dijumpai. Hal tersebut juga dapat ditemukan pada orang-orang di lingkungan sekitar.
Pengertian Dismissive Avoidant dalam Hubungan
Setiap orang memiliki kecenderungan yang berbeda-beda dalam berperilaku dan membangun kelekatan hubungan, baik dengan orang terdekat maupun pasangan. Kecenderungan yang dimiliki tiap orang ini disebut dengan attachment style.
Adanya attachment style atau pola kelekatan pada seseorang terbentuk dari hubungan intim pertama yang dimiliki setiap orang, yaitu hubungan antara anak dan orang tuanya.
Pola kelekatan ini terbentuk berdasarkan perasaan aman yang dialami seseorang sejak masih kecil. Terdapat beberapa pola kelekatan hubungan yang dapat dimiliki seseorang, salah satunya adalah dismissive avoidant.
Dismissive avoidant attachment adalah adalah gaya kelekatan yang timbul karena merasa tidak aman. Hal ini membuat seseorang cenderung melakukan penghindaran diri dalam hubungan romantis.
Mengutip buku The Adult Attachment Workbook: Powerful Strategies to Promote Understanding, Increase Security, and Build Long-Lasting Relationships, Kate Homily (2022), jika dalam sebuah hubungan masing-masing pasangan memiliki dismissive avoidant attachment style, maka hubungan akan terasa dingin dan penuh dengan konflik.
Masing-masing pasangan akan minim inisiatif untuk menciptakan keintiman dan kedekatan dalam hubungan. Komunikasi juga cenderung bermasalah dan agak argumentatif.
Sifat pasangan yang pendiam dan meremehkan membuat hubungan menjadi rentan karena tidak ada yang memiliki inisiatif untuk mencari jalan keluar.
Tanda Dismissive Avoidant dalam Hubungan
Tanda-tanda seseorang memiliki dismissive avoidant attachment dalam hubungan, antara lain:
Kurangnya keinginan seseorang untuk membangun hubungan emosional yang intens dengan orang lain.
Tidak mempercayai orang lain.
Meyakini bahwa perpisahan adalah hal yang biasa.
Melihat diri sendiri secara positif dan memiliki harga diri yang tinggi.
Cenderung selalu menghindari hubungan emosional, keterikatan, atau kedekatan dengan orang lain.
Cenderung tidak bergantung pada orang lain dan tidak membuat orang lain bergantung padanya..
Sekian pembahasan mengenai dismissive avoidant yang merupakan salah satu jenis pola kelekatan hubungan yang cenderung menghindari adanya hubungan intens dan emosional dengan orang lain.
Dengan mengenal apa itu dismissive avoidant, wawasan tentang pola kelekatan seseorang dalam hubungan dapat terus bertambah. (DAP)
