Konten dari Pengguna

Pengertian Emotional Abuse dan Tanda-tandanya agar tidak Mudah Terjebak

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi emotional abuse adalah. Sumber foto: pexels/Liza Summer.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi emotional abuse adalah. Sumber foto: pexels/Liza Summer.

Emotional abuse adalah bentuk pelecehan yang sering kali sulit untuk terdeteksi dalam hubungan apa pun. Manipulasi dalam berbagai bentuk dapat membuatnya menyelinap masuk tanpa disadari.

Untuk mengetahui lebih kanjut tentang emosional abuse, simak penjelasan di bawah ini.

Pengertian Emotional Abuse

Ilustrasi emotional abuse adalah. Sumber foto: pexels/Liza Summer.

Pengertian emotional abuse adalah tindakan seseorang yang bertujuan untuk memanipulasi, mengintimidasi, mengendalikan, dan mempermalukan orang lain.

Dikutip dari buku Matriks Sosial Ekspresi dan Regulasi Emosi: Handbook Ilmu Komunikasi karya Charless, dkk halaman 35, emotional abuse bisa berbentuk penghinaan, ancaman, intimidasi, tanda-tanda kejijikan, kebencian, dan pengabaian nilai sosial.

Tindakan ini tidak melibatkan kekerasan fisik, namun dapat menyebabkan efek yang serius pada emosional dan mental seseorang.

Bentuk pelecehan ini dilakukan dengan kata-kata, tindakan, atau perilaku yang merendahkan, mengancam, atau membuat orang menjadi takut dan tunduk terhadap pelaku.

Tanda-Tanda Emotional Abuse

Berikut beberapa tanda-tanda emotional abuse yang dapat dijadikan sebagai tolak ukur untuk mendeteksi perilaku seseorang. Apakah melakukan emotional abuse atau tidak.

1. Humiliation (Permalukan)

Humiliation adalah sebuah sikap mempermalukan seseorang. Hal tersebut biasanya ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Membuat lelucon atau mengolok-olok seseorang di depan umum.

  • Menghina penampilan, kecerdasan, atau kemampuan seseorang.

  • Menggunakan kata-kata hinaan untuk merendahkan dan menyakiti perasaan seseorang.

2. Monitoring (Pemantauan)

Tanda kedua seseorang termasuk dalam golongan melakukan emotional abuse yaitu memonitoring atau melalukan pemantauan terhadap seseorang tanpa seijinnya. Ciri-cirinya sebagai berikut:

  • Memantau keberadaan dan aktivitas seseorang secara digital tanpa izin.

  • Mengendalikan akses ke media sosial atau perangkat komunikasi.

  • Mengendalikan pertemanan dan hubungan dengan orang lain.

3. Gaslighting (Memutarbalikkan Fakta)

Tanda yang ketiga yaitu gaslighting atau memutarbalikkan fakta. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:

  • Membantah, menyangkal, atau memutarbalikkan perasaan dan pengalaman seseorang.

  • Menyalahkan seseorang atas masalah atau kegagalan yang sebenarnya bukan tanggung jawab mereka.

  • Menciptakan keraguan dalam pikiran seseorang sehingga mereka meragukan kenyataan dan kebenaran.

Mengenali tanda-tanda emotional abuse merupakan hal yang penting untuk melindungi diri sendiri dan orang-orang terdekat dari efek negatif yang ditimbulkan oleh pelecehan emosional.

Kesimpulanya, emotional abuse adalah bentuk pelecehan yang dapat terjadi dalam berbagai hubungan. Termasuk hubungan romantis, persahabatan, atau bahkan antara orang tua dan anak. (DAI)