Pengertian Group Think beserta Karakteristiknya

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Group think adalah fenomena psikologis saat anggota kelompok membuat keputusan untuk kenyamanan bersama.
Dikutip dari buku Kepemimpinan, kelompok adalah kesatuan dua atau lebih individu yang saling berinteraksi yang memungkinkan terjadinya interstimulasi dan respon untuk mencapai tujuan bersama.
Dalam kelompok, terdapat berbagai hal yang terjadi salah satunya group think. Bagaimana penjelasannya?
Pengertian Group Think
Pengertian group think merupakan fenomena psikologis saat anggota kelompok membuat keputusan demi kebutuhan serta kenyamanan bersama. Hal ini seringkali dilakukan untuk menghindari konflik, meningkatkan kekompakan, dan menyesuaikan diri dengan baik.
Tetapi, group think sering mengabaikan berpikir kritis serta menghilangkan rasa ragu lainnya demi mencapai keputusan bersama. Group think mengesampingkan etika kelompok, kreativitas, dan sering menghasilkan keputusan di bawah standar.
Karakteristik Group Think
Berikut ini berbagai karakteristik dari group think:
1. Ilusi
Dalam group think seringkali terdapat ilusi kebulatan suara dimana terdapat keyakinan bahwa semua orang di dalam kelompok setuju terhadap keputusan yang sudah dibuat.
Kondisi tersebut menyebabkan anggota kelompok merasa takut atau enggan mengungkapkan pendapatnya sehingga memilih diam meskipun tidak merasa setuju.
2. Rasionalisasi
Karakteristik group think berikutnya adalah rasionalisasi dimana setiap orang tidak mempunyai kesempatan dalam mempertimbangkan keputusan. Terjadinya rasionalisasi justru menghilangkan rasa curiga maupun mempertanyakan keputusan yang sudah dipilih.
3. Tekanan
Anggota kelompok yang tidak setuju atau sekedar mempertanyakan keputusan yang dipilih dipandang tidak loyal. Akibatnya banyak anggota berpura-pura patuh supaya dianggap tetap sebagai bagian kelompok.
4. Self-censorship
Rasa ragu yang dimiliki anggota dalam kelompok sudah disensor terlebih dahulu sebelum diungkapkan. Daripada dicap sebagai pembangkang, mereka lebih memilih diam serta menganggap anggota yang lain lebih memahami kondisi.
5. Tidak Ragu
Hasil kesepakatan yang dianggap sudah disetujui mengakibatkan semua orang mengabaikan adanya kemungkinan masalah moral yang dapat timbul. Bahkan anggota kelompok tidak memikirkan konsekuensi dari kesepakatan yang sudah dibuat.
6. Stereotyping
Adanya stereotyping menyebabkan grup membagi dua, yaitu kelompok yang setuju dan kelompok yang tidak. Biasanya, kelompok yang setuju menganggap gagasan kelompok lain salah. Dampaknya ada banyak inforasi penting maupun ide yang terabaikan.
Itu dia sekilas pembahasan mengenai pengertian group think beserta karakteristiknya.(LAU)
