Pengertian Guilt Tripping dalam Hubungan dan Dampaknya

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Guilt tripping adalah sebuah istilah yang sering muncul di media sosial, terutama dalam konteks hubungan interpersonal. Ada beberapa dampak guilt tripping dalam hubungan yang wajib diketahui.
Sebab perilaku ini memberikan dampak yang buruk untuk hubungan, bahkan bisa menyebabkan pasangan berpisah.
Pengertian Guilt Tripping dalam Hubungan
Dikutip dari buku Dealing With Guilt karya Joe Cephus Bingham, (2018) pengertian guilt tripping dalam hubungan adalah tindakan untuk mengontrol pasangan dengan cara membuatnya merasa bersalah.
Biasanya, orang yang melakukan guilt tripping akan mengungkit-ungkit kesalahan, pengorbanan, atau kebaikan yang telah ia lakukan kepada korban, sehingga korban merasa berhutang budi atau tidak berterima kasih.
Orang yang melakukan guilt tripping bisa jadi orang terdekat, seperti pasangan, keluarga, teman, atau rekan kerja. Mereka mungkin melakukannya secara sadar atau tidak sadar, secara terang-terangan atau terselubung.
Dampak Guilt Tripping dalam Hubungan
Guilt tripping sangat berbahaya bagi kesehatan mental, berikut ini beberapa dampak guilt tripping dalam hubungan:
1. Menimbulkan Kebencian
Dampak pertama guilt tripping dalam sebuah hubungan adalah kebencian yang akan diterima oleh pelaku dari korban. Hal ini disebabkan korban merasa telah dirugikan dengan perilaku tersebut.
2. Menurunkan Kepercayaan Diri
Korban akan merasa dimanipulasi, tidak dihargai, dan tidak dihormati oleh pelaku. Pelaku akan kehilangan kredibilitas dan integritas di mata korban.
Hubungan yang seharusnya saling mendukung dan menghargai menjadi penuh dengan ketegangan dan ketidaknyamanan.
3. Menyebabkan Gangguan Mental
Guilt tripping dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental pada korban, seperti kecemasan, depresi, atau OCD (Obsessive Compulsive Disorder). Rasa bersalah yang terus-menerus akan membuat korban merasa tidak berdaya, malu, dan rendah diri.
Korban akan merasa tidak pantas untuk mendapatkan kebahagiaan atau cinta dari orang lain. Korban juga akan mudah terpengaruh oleh tekanan sosial atau pasangan.
Baca juga: 6 Ciri Tukang Selingkuh yang Membahayakan Hubungan
Guilt tripping dalam hubungan adalah sebuah bentuk pelecehan psikologis yang tidak boleh dibiarkan. Karena seseorang berhak untuk hidup dengan damai dan bahagia tanpa harus merasa bersalah kepada siapa pun. (WWN)
