Pengertian Joy of Missing Out dan Perbedaannya dengan FOMO

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian dari joy of missing out adalah situasi di mana seseorang merasa bahagia dan puas ketika melewatkan sesuatu. Kondisi ini jelas jauh berbanding terbalik dengan FOMO, fear of missing out.
Mereka yang memiliki sifat JOMO biasanya tidak takut ketinggalan terhadap sesuatu dan selalu hidup sesuai kemampuan. Tak jarang, kesehatan mental dan tubuh mereka juga lebih terjaga.
Untuk lebih memahami tentang pengertian joy of missing out dan perbedaannya dengan FOMO, simak pembahasannya di sini.
Pengertian Joy of Missing Out
Joy of missing out merupakan salah satu kondisi di mana individu merasa puas dan bahagia ketika melewatkan sesuatu yang sedang tren.
Alih-alih takut ketinggalan dan dicap tidak gaul, mereka lebih senang menghabiskan waktu sendiri tanpa ada yang mengganggu. Hal ini jelas berbanding terbalik dengan fear of missing out atau FOMO.
Dikutip dari VeryWell Mind, FOMO adalah situasi ketika individu merasa ketinggalan terhadap apapun. Bahkan, penderitanya menganggap kehidupan orang lain jauh lebih menyenangkan daripada miliknya.
Jika dilihat dari pengertian masing-masing kondisi, JOMO jauh lebih menguntungkan. Sebab, situasi ini bisa membuat individu tenang, tidak overthinking, dan stres terhadap sesuatu. Alhasil, kesehatan mental dan fisik menjadi lebih terjaga dibanding mereka yang FOMO.
Ciri-ciri pemilik sifat JOMO bisa terlihat dari perilaku mereka yang tidak suka membandingkan diri sendiri dengan orang lain, lebih menggunakan waktu dengan bijak, serta mudah berkata "tidak" pada sesuatu yang memang tidak ingin mereka lakukan.
Cara Menerapkan JOMO di Kehidupan
Untuk menjadi salah satu orang yang memiliki sifat JOMO, individu bisa melakukan beberapa hal, di antaranya:
Buat rencana untuk melakukan sesuatu dengan orang terdekat, seperti berjalan-jalan di sekitar taman, untuk membuat kita lupa dengan segala masalah yang ada. Kegiatan ini juga bisa membuat kita mengalihkan perhatian dari kehidupan orang lain.
Hapus seluruh sosial media atau berhenti mengikuti akun-akun yang memicu perasaan negatif. Penting pula untuk menetapkan batasan harian dalam menghabiskan waktu di medsos.
Matikan notifikasi agar hal-hal yang menimbulkan perasaan negatif tidak timbul.
Demikian penjelasan mengenai JOMO dan perbedaannya dengan FOMO. (RN)
