Pengertian Perfeksionis dan Cara Mengatasinya

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kepribadian perfeksionis adalah sikap yang menginginkan segala sesuatu berjalan dengan sempurna. Dalam artikel kali ini, akan membahas tentang pengertian perfeksionis, jenis-jenis perfeksionis dan bagaimana cara mengatasinya.
Pengertian Perfeksionis
Dalam buku Rahasia Tipe-tipe Kepribadian Anak yang ditulis oleh Abdul Kadir, perfeksionisme diartikan sebagai suatu kepribadian yang ditandai oleh dorongan untuk mencapai kesempurnaan dalam setiap aspek kehidupan.
Perilaku dari kepribadian ini termasuk menetapkan standar yang sangat tinggi, sikap kritis terhadap diri sendiri, dan fokus pada evaluasi eksternal yang memotivasi individu untuk mencapai dan mempertahankan standar tinggi mereka.
Meskipun sering kali dilihat sebagai sifat positif yang dapat meningkatkan peluang sukses, perfeksionisme juga dapat memiliki dampak negatif yang signifikan pada kesejahteraan mental seseorang.
Jenis-jenis Perfeksionisme
Terdapat tiga jenis perfeksionisme yang diidentifikasi oleh Hewitt & Flett (1991):
1. Self-Oriented Perfectionism
Perfeksionis dalam kategori ini menetapkan standar yang sangat tinggi dan seringkali tidak realistis untuk diri mereka sendiri.
Mereka termotivasi untuk mencapai standar tersebut dan berusaha keras untuk menghindari kegagalan.
2. Other-Oriented Perfectionism
Jenis ini melibatkan penilaian yang tinggi terhadap orang lain berdasarkan standar pribadi yang sulit dipenuhi. Perfeksionis dengan tipe ini seringkali sulit puas dengan kinerja orang lain.
3. Socially Prescribed Perfectionism
Perfeksionis dalam kategori ini cenderung merasa bahwa orang lain memiliki ekspektasi yang sangat tinggi terhadap mereka dan merasa terbebani oleh harapan tersebut.
Mengatasi Perfeksionisme
Mengatasi perfeksionisme memerlukan kesadaran diri dan usaha yang tekun. Beberapa cara untuk mengatasi perfeksionisme meliputi:
Menyadari kekurangan dan kelebihan diri.
Menetapkan tujuan yang realistis.
Menurunkan standar yang tidak realistis.
Menerima kesalahan sebagai bagian dari pembelajaran.
Memberi penghargaan kepada diri sendiri atas usaha yang telah dilakukan.
Menyadari jika membuat kesalahan itu hal yang wajar.
Belajar dalam menerima kritik yang baik.
Mencoba lebeh fokus pada proses ketimbang hasil akhir.
Selain itu, terapi psikologis seperti Terapi Perilaku Kognitif (CBT), Hipnoterapi, dan Terapi Sistem Keluarga dapat membantu individu mengatasi perfeksionisme dengan memahami sumbernya dan mengembangkan strategi untuk mengelola dorongan yang muncul.
Pada kesimpulannya perfeksionis adalah sebuah kepribadian yang menunjukkan sikap kritis terhadap diri sendiri dan menuntun diri menjadi sempurna dalam mengerjakan segala hal. (DAI)
