Pengertian Platonic Love dan Karakteristiknya

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Platonic love adalah cinta yang tidak melibatkan romantisasi. Bisa dikatakan cinta tak bersyarat atau tidak memiliki nafsu. Cinta seperti ini biasanya terdapat pada orang-orang yang memiliki hubungan darah.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang platonic love, simak uraian berikut ini.
Pengertian Platonic Love
Dikutip dalam buku Rational Love karya Agus Susanto, cinta platonik adalah istilah yang dipakai untuk menyebut relasi afektif, tetapi tidak memiliki unsur ketertarikan dalam hal seksual.
Pemahaman sederhananya, platonic love adalah hubungan yang terjalin secara murni, tidak melibatkan nafsu, dan tanpa syarat. Sedangkan menurut Marsilio Ficino seorang filsuf dari Italia mendefinisikan bahwa, platonic love adalah hubungan kasih sayang dan rasa cinta yang memiliki nilai mulia.
Hubungan ini biasanya terjadi antara anak dengan orang tua, kakak dengan adik, dan lain sebagainya.
Lebih lanjut Agus Susanto menjelaskan bahwa cinta berdimensi sangat luas, universal, dan kompleks. Berdasarkan hal tersebut para ilmuwan akhirnya mengklasifikasikan cinta berdasarkan bentuk, objek, dan lain-lainnya. Akhirnya tercetuslah teori tentang platonic love.
Karakteristik Platonic Love
Berikut beberapa karakteristik platonic love yang bisa digunakan sebagai informasi agar bisa lebih mudah memahami tentang cinta platonik atau platonic love. Berikut karakteristiknya:
1. Bersikap Apa Adanya Ketika Sedang Bersama
Karakteristik platonic love salah satunya yaitu bersikap biasa saja ketika sedang bersama. Tidak ada perasaan sungkan, menjaga image, takut, dan lain sebagainya.
Satu sama lain merasa santai dan baik-baik saja ketika sifat buruknya diketahui. Seolah-olah tidak ada rahasia diantara mereka.
2. Cinta yang Tulus
Platonic love bisa disebut sebagai cinta yang tulus. Keduanya sama-sama berpikiran ingin memberikan yang terbaik.
Dalam hubungan ini tidak ada imbal balik yang diharapkan. Karena secara ikatan emosional hubungan platonic terikat sangat kuat.
3. Tidak ada Tuntutan Ini dan Itu
Dalam hubungan platonic tidak ada tuntutan ini dan itu. Tentu hal tersebut sangat jauh berbeda dengan hubungan romantis. Di dalam hubungan platonic love seolah tidak mengenal istilah merugikan atau menguntungkan.
Dari uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa cinta platonik atau platonic love adalah cinta yang tulus tanpa syarat apapun. (DAI)
