Konten dari Pengguna

Pengertian Schizotypal, Gejala, dan Penyebabnya

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Schizotypal. Foto: dok. Keegan Houser (Unsplash)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Schizotypal. Foto: dok. Keegan Houser (Unsplash)

Schizotypal adalah salah satu gangguan yang dialami seseorang sehingga membuatnya kesulitan untuk menjalin hubungan dekat dengan orang lain. Gangguan ini dapat dialami seseorang dengan gejala tertentu.

Ulasan tentang pengertian schizotypal yang disajikan lengkap dengan gejala dan penyebabnya dalam artikel ini dapat membantu mengenali gangguan schizotypal.

Penjelasan Pengertian Schizotypal, Gejala, beserta Penyebabnya

Ilustrasi Schizotypal. Foto: dok. Sina Sadeqi (Unsplash)

Gangguan kepribadian skizotipal atau schizotypal adalah gangguan kepribadian yang ditandai dengan adanya rasa tidak nyaman yang dialami penderita sehingga kemampuan untuk menjalani hubungan yang dekat dengan orang lain menjadi menurun. Pengertian gangguan schizotypal dijelaskan dalam Trik Sukses Menjalin Komunikasi yang ditulis oleh Alvino Aditya (2019: 229).

Dikutip dari dalam buku tersebut bahwa Schizotypal Personality Disorders atau gangguan kepribadian skizotipal merupakan suatu pola kepribadian yang didominasi oleh rasa tidak nyaman dalam hubungan dengan orang lain, penyimpangan pola pikir atau cognitive dan persepsi serta perilaku yang eksentrik dan cenderung aneh.

Pembahasan mengenai gangguan kepribadian chizotypal dijelaskan secara lengkap dalam buku berjudul Tips Menangani Siswa yang Membutuhkan Perhatian Khusus: Ragam Sifat dan Karakter Murid “Spesial” dan Cara Penanganannya yang disusun oleh Bambang Putranto, S.Pd. (2015 :182).

Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa schizotypal merupakan gangguan kepribadian yang termasuk dalam kategori skizoid dalam taraf yang ringan. Jika gejala schizotypal menjadi lebih berat maka akan berkembang menjadi skizofrenia.

Seseorang yang mengalami gangguan kepribadian skizotipal mengalami beberapa gejala seperti gangguan dan kesulitan dalam belajar serta berkonsentrasi, adanya perasaan tak nyaman saat berinteraksi dengan orang lain, banyaknya delusi dan halusinasi, hingga memiliki penampilan yang tidak biasa atau eksentrik.

Gangguan skizotipal dapat terjadi disebabkan oleh perilaku dan pengalaman yang tidak yang sesuai saat masa anak-anak. Tak hanya itu, skizotipal juga dapat disebabkan oleh faktor keturunan atau genetik, pola asuh orang tua, kondisi kejiwaan seseorang, hingga faktor lingkungan sekitar.

Ulasan tentang pengertian gangguan schizotypal ini bisa jadikan sebagai pengetahuan tambahan mengenai gangguan kepribadian yang dapat dialami orang-orang di sekitar kita. (DAP)