Konten dari Pengguna

Pengertian Self Centered dan Ciri-Cirinya

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi self centered. Sumber foto: pexels/Samson Katt.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi self centered. Sumber foto: pexels/Samson Katt.

Self centered merujuk pada seseorang yang cenderung memfokuskan perhatiannya pada dirinya sendiri, mengabaikan atau kurang memperhatikan kebutuhan, perasaan, dan perspektif orang lain.

Istilah lain yang sering digunakan untuk menggambarkan sifat ini adalah egois atau egosentris. Untuk mengetahui lebih dalam tentang self centered, simak artikel di bawah ini.

Pengertian Self Centered

Ilustrasi self centered. Sumber foto: Pexels/Sarah Chai.

Menurut Drs. Daryanto dalam bukunya yang berjudul Teori Komunikasi, self centered memiliki pengertian segala sesutu yang berpusat pada dirinya sendiri.

Dalam konteks interpersonal, self centered berarti seseorang memiliki kecenderungan untuk memprioritaskan kepentingan dan kepuasan pribadinya di atas segalanya.

Sifat ini melibatkan sikap yang mencerminkan kurangnya empati dan kepekaan terhadap orang lain, seringkali memandang dirinya sendiri sebagai pusat segala hal.

Ciri-Ciri Self Centered

Terdapat beberapa ciri-ciri khas yang dapat membantu mengidentifikasi seseorang yang memiliki sifat self centered.

1. Fokus yang Berlebihan pada Diri Sendiri

Salah satu ciri paling jelas dari seseorang yang self centered adalah fokus yang berlebihan pada dirinya sendiri. Individu ini cenderung merasa bahwa segala hal berputar di sekitar mereka dan menempatkan kepentingan pribadi mereka di atas segalanya.

Mereka mungkin selalu ingin menjadi pusat perhatian dan mendominasi percakapan.

2. Kurangnya Empati

Individu self centered sering kali kurang mampu memahami atau memperhatikan perasaan, kebutuhan, atau perspektif orang lain.

Orang ini cenderung lebih mementingkan diri sendiri daripada menghargai pengalaman orang lain. Karena kurangnya empati, mungkin dasar perilaku yang egois atau tidak peduli terhadap orang lain.

3. Perasaan Superioritas

Orang yang self centered seringkali memiliki pandangan yang tinggi terhadap diri sendiri dan merasa lebih unggul daripada orang lain. Individu ini cenderung meremehkan pendapat dan kontribusi orang lain, dan sulit menerima kritik atau saran dari orang lain.

Pandangan superioritas ini dapat menghalangi kemampuannya untuk bekerja sama dengan orang lain atau menghargai perspektif yang berbeda.

4. Mengutamakan Keuntungan Pribadi

Sifat self centered juga tercermin dalam kecenderungan seseorang untuk selalu mencari keuntungan pribadi. Mereka mungkin melibatkan diri dalam hubungan atau situasi hanya jika mereka melihat manfaat yang jelas bagi diri mereka sendiri, tanpa mempertimbangkan kepentingan atau kebutuhan orang lain.

Sifat self centered dapat bervariasi dalam tingkat keparahan antara individu. Memahami sifat ini dapat membantu mengembangkan empati yang lebih baik dan menciptakan hubungan yang lebih sehat dengan orang-orang di sekitar. (DAI)