Konten dari Pengguna

Pengertian Sikap Manipulatif dan Ciri-cirinya

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Manipulatif Artinya. Sumber: Pexels.com/cottonbro studio
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Manipulatif Artinya. Sumber: Pexels.com/cottonbro studio

Manipulatif merupakan salah satu jenis dari sekian banyak sikap manusia. Secara bahasa, manipulatif artinya bersifat manipulasi.

Mengutip dari laman KBBI Daring Kemdikbud, manipulasi adalah penggelapan. Selain itu, manipulasi juga memiliki arti sebagai upaya kelompok atau perseorangan untuk memengaruhi perilaku, sikap, dan pendapat orang lain tanpa orang itu menyadarinya.

Pengertian Manipulatif

Ilustrasi Manipulatif Artinya. Sumber: Pexels.com/RDNE Stock project

Manipulatif merupakan salah satu kosakata dalam bahasa Indonesia yang merujuk pada sifat. Pasalnya, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti manipulatif itu sendiri adalah bersifat manipulasi.

Arti dari KBBI merupakan dasar untuk mengenal makna manipulatif secara lebih lanjut. Artinya, untuk mengetahui makna manipulatif tidak cukup dengan memahami arti berdasarkan kamus saja.

Mengutip dari buku Bahagia Itu (Tidak) Sederhana karya Abimanyu (2020: 177), manipulatif adalah sikap atau tindakan yang selalu mengambinghitamkan orang lain atau mencari-cari alibi untuk melarikan diri dari masalah.

Kini, dapat dipahami bahwa manipulatif artinya tindakan yang bersifat manipulasi. Tindakan tersebut umumnya berupa mengambinghitamkan orang lain atau mencari alasan untuk melarikan diri.

Ciri-ciri Sikap Manipulatif

Ilustrasi Manipulatif Artinya. Sumber: Pexels.com/RDNE Stock project

Setelah menyimak ulasan tentang pengertian manipulatif, sekarang adalah saat untuk mengetahui ciri-ciri sikap manipulatif. Beberapa sikap yang menjadi ciri manipulatif, yaitu:

  • Melakukan eksploitasi terhadap kelemahan orang lain. Misalnya, mengiyakan bahwa seseorang tidak memiliki kemampuan di bidang tertentu ketika orang tersebut berkata demikian.

  • Mendorong seseorang menjadi rentan. Misalnya, memberi pemakluman berlebih kepada orang lain agar orang tersebut meyakini dirinya tidak bisa sehingga menjadi orang yang benar-benar tidak bisa (rentan).

  • Menghindar dari tanggung jawab sebab pribadi manipulatif memang sering melarikan diri dari masalah.

  • Memutarbalikkan fakta. Misalnya, membuat orang lain terlihat bersalah padahal dirinyalah yang membuat kesalahan (mengambinghitamkan orang lain).

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa manipulatif bukan sikap yang baik. Pasalnya, pada beberapa kesempatan, sikap tersebut dapat merugikan orang lain terutama orang yang menjadi kambing hitam dari suatu masalah.

Kini, menjadi jelas bahwa manipulatif artinya bersifat manipulasi, yakni penggelapan dalam arti memengaruhi orang lain tanpa orang tersebut menyadarinya. Misalnya, mengambinghitamkan orang lain tanpa orang tersebut atau orang sekitar sadari. (AA)