Pengertian Stockholm Syndrome, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian stockholm syndrome adalah suatu bentuk gangguan psikologis yang umumnya dialami oleh korban penculikan untuk mengembangkan perasaan positif terhadap si penculik.
Sekarlina dalam buku Stockholm Syndrome pada Wanita Dewasa Awal yang Bertahan dalam Hubungan yang Penuh Kekerasan menyebutkan bahwa stokholm syndrome juga kerap dialami oleh korban kekerasan.
Untuk mengetahui lebih dalam tentang stockholm syndrome beserta cara mengatasinya, mari simak pembahasannya di sini.
Pengertian Stockholm Syndrome
Pengertian stokholm syndrome adalah suatu bentuk koping yang kerap dilakukan oleh para korban kekerasan atau penculikan.
Biasanya, para pengidap stockholm syndrome akan merasa bersimpati atau memiliki perasaan positif terhadap pelaku kekerasan.
Kondisi ini bisa terjadi pada berbagai situasi, seperti pelecehan seksual, perdagangan manusia, pelecehan anak, hingga pelecehan antara pelatih dan atlet.
Gejala Stockholm Syndrome
Terdapat beberapa gejala stockholm syndrome yang biasa dialami para pengidapnya. Berikut adalah gejala stockholm syndrome tersebut.
Memiliki perasaan positif yang ditujukan kepada para pelaku kekerasan atau penculik.
Merasa bersimpati atas perilaku dan keyakinan penculik.
Memiliki pemikiran negatif terhadap polisi, hingga para penegak hukum lainnya.
Tidak mudah percaya dengan orang lain.
Merasa gelisah dan cemas.
Sulit untuk berkonsentrasi.
Sulit menikmati hal-hal yang biasanya bisa dilakukan dengan menyenangkan.
Merasa jengkel dan kesal.
Cara Mengobati Stockholm Syndrome
Pada dasarnya, stockholm syndrome belum diakui secara resmi sebagai kondisi psikologis. Oleh sebab itu, belum terdapat pengobatan pasti yang bisa dilakukan.
Meski begitu, untuk menangani masalah stockholm syndrome ini, Anda juga dapat berkunjung ke psikiater. Nantinya pengidap stockholm syndrome akan diberikan sejumlah terapi psikologis seperti jenis sindrom lainnya.
Komplikasi Stockholm Syndrome
Stockholm syndrome yang dibiarkan saja bisa menimbulkan gangguan mental yang lebih berbahaya. Adapun komplikasi stockholm syndrome adalah sebagai berikut.
Mengalami trauma sehingga bisa mengganggu rutinitas sehari-hari.
Memiliki gangguan yang berkaitan dengan harga diri.
Mengalami trust issue yang semakin parah.
Memperparah kondisi PTSD.
Demikian informasi mengenai pengertian stockholm syndrome, gejala, cara pengobatan, hingga komplikasinya. Semoga bermanfaat. [ENF]
