Konten dari Pengguna

Penjelasan Lengkap Hypophrenia Menurut Psikologi

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi hypophrenia menurut psikologi. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hypophrenia menurut psikologi. Foto: Pixabay

Hypophrenia menurut psikologi adalah sejenis gangguan mental yang ditandai dengan hadirnya perasaan sedih tiba-tiba. Pengidapnya seringkali akan menangis tanpa alasan yang jelas.

Dalam kamus kedokteran, gangguan mental ini dikenal pula dengan nama hipotimik.

Mengenal Hypophrenia Menurut Psikologi dan Penyebabnya

Ilustrasi hypophrenia menurut psikologi. Foto: Pixabay

Hypophrenia menurut psikologi berbeda dengan gangguan bipolar. Pengidap bipolar menunjukkan tanda khusus berupa perubahan suasana hati yang drastis.

Bipolar ada dua fase yaitu mendadak merasa bahagia sekaligus sedih. Namun, tidak demikian dengan penderita hypophrenia yang hanya mengalami satu fase.

Dikutip dari uma.ac.id, seseorang yang mengidap hypophrenia juga biasanya menjadi pribadi yang susah bersosialisasi dan cenderung tertutup.

Menurut ahli, sedih dan menangis secara tiba-tiba ialah indikasi dari adanya masalah mental maupun fisik.

Selain itu, terdapat beberapa penyebab yang membuat seseorang sedih maupun menangis secara mendadak seperti berikut ini.

1. Depresi

Stres maupun depresi dipicu oleh berbagai sebab. Sebagai contoh, tekanan pekerjaan hingga kehilangan orang yang disayangi. Tingginya tingkat kesedihan akan membuatmu menangis tiba-tiba.

2. PMS (Premenstrual Syndrome)

PMS atau sindrom yang dialami seorang wanita sebelum menstruasi juga kerap mempengaruhi suasana hati.

Seseorang bisa menjadi kesal dan tiba-tiba sedih sampai menangis. Adanya perubahan hormon, perut kembung, dan kram perut menjadi tanda-tanda PMS.

3. Organic Brain Syndrome (OBS)

OBS termasuk jenis gangguan fisik yang dapat mengakibatkan turunnya fungsi mental. Penderita OBS biasanya akan mengalami kebingungan hingga demensia.

4. Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)

Gangguan kesehatan ini lebih banyak dialami oleh wanita dan ditandai dengan serangan panik akibat trauma masa lalu. Wanita dikenal selalu menggunakan perasaannya sehingga lebih sensitif terhadap perubahan emosi.

Langkah yang harus dilakukan untuk mengatasi kesedihan tersebut adalah dengan berbagi cerita pada orang yang dipercaya.

Tidak perlu menyimpan semuanya sendiri agar hati dan pikiran menjadi lebih lega. Selain itu, terimalah semua hal yang menjadi penyebab dari kesedihan dan biarkan dirimu bahagia.

Jika dibiarkan begitu saja hypophrenia bisa memengaruhi kesehatan mental dari pengidapnya.

Pengidap gangguan mental ini akan cenderung tidak mampu berpikir jernih, putus asa, sangat sensitif, senang menyendiri, merasakan emosi yang meledak-ledak, hingga melakukan hal-hal membahayakan.

Demikian penjelasan hypophrenia menurut psikolog, penyebab, dan bagaimana mengatasi kesedihan yang datang secara tiba-tiba. (DN)