Konten dari Pengguna

Penyebab Anhedonia, Tanda-tanda, serta Cara Mengatasinya

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi anhedonia. Sumber: Ike louie Natividad/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anhedonia. Sumber: Ike louie Natividad/pexels.com

Anhedonia adalah suatu kondisi ketika seseorang merasa hidupnya tidak menyenangkan, hampa, serta membosankan. Adapun salah satu penyebab anhedonia adalah karena mengidap penyakit kronis.

Andayani dan Zulfiana dalam Terapi Aktivasi Perilaku dapat Mengurangi Simtom Anhedonia Pasien Skizofrenia? menyebutkan bahwa anhedonia juga bisa terjadi ketika seseorang mengalami gangguan mental.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai berbagai penyebab anhedonia, simak selengkapnya di artikel berikut.

Apa itu Anhedonia?

Ilustrasi anhedonia. Sumber: Valeria Ushakova/pexels.com

Anhedonia adalah suatu kondisi ketika seseorang sulit merasa senang dan menikmati hidupnya. Hal ini membuat seseorang merasa jika kehidupannya membosankan, hingga mengalami tekanan.

Anhedonia mempunyai dua jenis, antara lain:

  • Anhedonia fisik, yaitu suatu kondisi ketika seseorang tidak senang terhadap suara, rasa masakan, hingga sentuhan fisik.

  • Anhedonia sosial, yaitu suatu kondisi ketika seseorang tidak merasa senang dan kurang menikmati kehidupan sosialnya serta sulit beradaptasi.

Penyebab Anhedonia

Anhedonia bisa terjadi karena sejumlah faktor berikut ini.

  • Adanya perubahan aktivitas sel saraf di otak dan gangguan produksi senyawa kimia, misalnya hormon serotonin serta dopamin.

  • Mengalami gangguan mental, misalnya skizofrenia, gangguan cemas, PTSD, hingga depresi.

  • Mengalami penyakit kronis tertentu, misalnya demensia, penyakit Parkinson, hingga diabetes.

  • Mengalami cedera otak traumatik.

  • Adanya kejadian traumatis di masa lalu, misalnya pelecehan seksual maupun bullying.

  • Mengonsumsi minuman beralkohol berlebihan.

  • Adanya efek samping dari penggunaan obat-obatan.

Gejala Anhedonia

Terdapat beberapa ciri-ciri seseorang yang mengalami anhedonia. Adapun gejala anhedonia adalah sebagai berikut.

  • Adanya penurunan hasrat seksual.

  • Merasa putus asa dalam menjalani hidup.

  • Menarik diri dari lingkungan sosialnya.

  • Mempunyai pandangan negatif serta kurang peka terhadap berbagai situasi.

  • Mengalami keluhan gejala fisik secara berulang kali, misalnya sering jatuh sakit.

  • Penurunan kemampuan emosional serta fungsi sosial.

  • Mempunyai keinginan untuk menunjukkan emosi palsu.

Cara Mengatasi Anhedonia

Pada dasarnya, terjadinya anhedonia ini sulit dicegah. Meskipun demikian, terdapat sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mencegahnya, antara lain:

  • Menjalani pola hidup sehat.

  • Mencukupi waktu istirahat setidaknya 7-9 jam per hari.

  • Berolahraga secara rutin dan konsisten.

  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

  • Berkonsultasi kepada dokter.

Demikian informasi mengenai berbagai penyebab anhedonia yang perlu diketahui beserta gejala dan cara mengatasinya. [ENF]