Penyebab Sifat Egois pada Anak dan Cara Mengatasinya

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyebab sifat egois pada anak penting diketahui para orang tua. Sifat egois memiliki dampak kurang baik dalam pertumbuhan pola pikir anak.
Dikutip dari buku Tanya Jawab Seputar Parenting karya Bunda Novi, berdasarkan sudut pandang psikologis, egois adalah sifat suka mementingkan dirinya sendiri. Anak yang egois cenderung tidak mau memikirkan orang lain.
Jika tidak ditangani sejak dini, anak akan menganggap bahwa apa yang dilakukannya selama ini itu benar. Jika sudah tertanam kata “merasa benar” maka, anak akan membantah atau membangkang tentang nasehat yang diberikan orang tua.
Untuk mengantisipasi terjadinya kemungkinan buruk tersebut, maka orangtua perlu mengetahui tentang faktor penyebab dan cara mengatasinya.
Penyebab Sifat Egois pada Anak
Sifat anak yang egois atau tidak biasanya sudah bisa dilihat sejak usia 2 sampai 3 tahun. Keegoisan anak dapat diketahui dari caranya bermain dengan teman. Misal ingin menguasai mainan temannya, tidak mau mengalah, tidak mau berbagi makanan, dan lain sebagainya.
Hal tersebut dikarenakan anak belum mengetahui mana yang baik dan mana yang tidak baik. Berikut beberapa penyebab sifat egois lainnya pada anak.
Belum mengetahui tentang makna egois
Belum paham caranya berbagi
Terbiasa memiliki segalanya sendiri
Tidak menyukai sesuatu dianggap sebagai hal yang lumrah
Memiliki perasaan khawatir terhadap sesuatu
Meniru perilaku orangtua atau orang dewasa dilingkungannya yang egois
Terlalu sering dimanjakan
Anak merasa kesepian
Ketika anak marah orangtau tidak memberikan perhatikan
Orang tua yang selalu memojokkan anak
Cara Mengatasi Sifat Egois pada Anak
Bunda Novi menjelaskan, untuk mengurangi sifat egois pada anak, sebaiknya dimulai dari orangtua dan lingkungan keluarga. Ketika orang tua tidak menonjolkan sifat egois, maka secara otomatis anak akan meniru hal tersebut. Pada dasarnya, anak adalah peniru yang sangat baik.
Berikut beberapa cara lain untuk mengatasi anak egois dari sisi psikologis.
1. Tidak Mengabulkan Semua Permintaan Anak
Sebagaimana yang telah disinggung pada poin di atas. Bahwa salah satu faktor penyebab anak egois karena terlalu dimanja dan semua permintaannya dikabulkan.
Semakin sering permintaan anak dikabulkan, maka semakin sulit anak untuk memperdulikan orang lain. Orang tua perlu membuat skala prioritas. Mana yang memang urgen harus dikabulkan dan mana yang bisa ditunda atau tidak dikabulkan sama sekali.
2. Menetapkan Peraturan yang Jelas
Menetapkan peraturan yang jelas atau tegas merupakan salah satu langkah yang bisa diterapkan untuk mendidik anak. Dari sini anak belajar tentang bagaimana bertanggung jawab, menaati peraturan, sekaligus mengetahui tentang mana yang baik dan mana yang tidak baik.
Dengan mengetahui batasan baik dan tidak baik, secara otomatis anak akan tumbuh menjadi orang bisa menahan keinginannya ketika apa yang diiginkan adalah sesuatu yang buruk.
3. Memberikan Keteladanan tentang Kepedulian dan Sifat Kasih Sayang
Dengan menciptakan suasana yang penuh kasih sayang serta kepedulian terhadap sesama, secara alami sifat empati anak akan tumbuh.
Hal ini dapat dilakukan dengan, misalnya, mengajak anak untuk berbagi sembako kepada orang-orang yang membutuhkan. Disela-sela proses berbagi tersebut anak diberikan pengertian atau diajak ngobrol keutamaan tolong menolong dan saling mengasihi antar sesama.
Itulah penyebab sifat egois pada anak dan cara mengatasinya yang penting diketahui orang tua. [DAI]
