Konten dari Pengguna

Perbedaan Difabel dan Disabilitas yang Sering Dikira Sama

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi disabilitas. Sumber foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi disabilitas. Sumber foto: Unsplash

Perbedaan difabel dan disabilitas memang kerap membingungkan banyak orang. Bahkan kedua istilah ini selalu digunakan secara bergantian. Meski begitu, sebenarnya difabel dan disabilitas memiliki arti serta makna berbeda yang cukup signifikan.

Untuk itu, penting bagi masyarakat untuk mengetahui perbedaan keduanya guna menciptakan lingkungan yang mendukung keberagaman. Untuk itu, simak penjelasannya di bawah ini.

Perbedaan Difabel dan Disabilitas

Ilustrasi difabel. Sumber foto: Unsplash

Disabilitas dan difabel merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan keterbatasan seseorang. Walaupun kerap digunakan secara bersamaan, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.

Disabilitas sendiri adalah ketidakmampuan seseorang dalam menjalani aktivitas tertentu. Kondisi ini terbagi menjadi beberapa jenis, yakni:

  • Disabilitas Fisik, yakni gangguan gerak yang membuat penderitanya tidak bisa berjalan, atau melakukan aktivitas normal

  • Disabilitas Sensorik, yaitu gangguan pendengaran atau penglihatan

  • Disabilitas intelektual, yakni masalah ingatan atau kemampuan berpikir pada individu

Sementara itu, merujuk laman WHO, difabel merupakan kondisi kehilangan atau ketidaknormalan pada psikologis, fisiologis, dan kelainan struktur atau fungsi anatomis. Karena itu, difabel mengalami keterbatasan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Untuk menjalani aktivitas seperti manusia pada umumnya, mereka membutuhkan bantuan dari alat khusus.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa disabilitas adalah kondisi seseorang yang memiliki keterbatasan, sedangkan difabel adalah sebutan bagi penyandang disabilitas itu sendiri. Difabel menjadi sebutan yang lebih sopan untuk penyandang disabilitas.

Cara Menggunakan Kedua Istilah Ini

Dari penjelasan di atas, diketahui bahwa arti dari keduanya tidak jauh berbeda. Namun, penggunaan dalam kehidupan sehari-hari adalah hal yang utama.

Sebagai contoh, anak perempuan dengan kondisi tuli akan kesulitan untuk mendengar suara. Untuk itu, ia bisa disebut sebagai disabilitas, karena mengalami keterbatasan di kehidupan.

Namun, dengan bantuan alat pendengar, penyandang disabilitas ini bisa memiliki kemungkinan untuk mendengar suara, dan melakukan aktivitas seperti manusia pada umumnya. Jadi, penggunaan istilah difabel jauh lebih halus daripada disabilitas.

Itulah penjelasan mengenai perbedaan difabel dan disabilitas yang menarik untuk diketahui. Dengan mengetahui perbedaan keduanya, setiap orang bisa turut menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi mereka. (RN)