Konten dari Pengguna

Perbedaan Situationship dan HTS, Istilah Khusus dalam Suatu Hubungan

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Perbedaan Situationship dan HTS. Sumber: Markus Winkler/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Perbedaan Situationship dan HTS. Sumber: Markus Winkler/Pexels.com

Pernah mendengar istilah situationship dan HTS? Kedua istilah khusus ini sama-sama merujuk pada suatu hubungan yang tidak ada kejelasan.

Meski terkesan mirip, keduanya mempunyai sejumlah perbedaan. Lantas apa perbedaan situationship dan HTS? Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasan berikut ini.

Perbedaan Situationship dan HTS

Ilustrasi: Perbedaan Situationship dan HTS. Sumber: Josh Hild/Pexels.com

Berikut adalah beberapa perbedaan situationship dan HTS dalam suatu hubungan.

1. Dari Segi Definisi

Christy MS dalam buku berjudul Toxic Relationship Free: Ketika Hubungan Meracuni Masa Depan, Apa yang Harus Dilakukan? menjelaskan bahwa situationship merujuk pada suatu hubungan dekat antara wanita dan pria, namun mereka tidak pacaran, bersahabat, atau selingkuh.

Adapun HTS adalah hubungan tanpa status. Di mana antara dua orang saling dekat, mereka menjalin hubungan mesra sayangnya tidak ada status resmi sebagai pasangan.

2. Dari Segi Penyebabnya

Penyebab munculnya hubungan situationship adalah:

  • Seseorang merasa ingin dekat dengan lawan jenis, namun tidak mau terlibat komitmen.

  • Trauma dari hubungan sebelumnya.

  • Ingin memenuhi kebutuhan seksual semata.

  • Memilih secara pribadi ingin berada dalam hubungan situationship tersebut.

Sementara itu, penyebab HTS adalah karena ada pendekatan, seperti sering sharing dan mengobrol satu sama lain. Mereka juga sering berkomunikasi lewat langsung atau media sosial.

Lambat laun muncul rasa nyaman dan percikan cinta, namun keduanya belum menyadarinya. Hal ini membuat mereka tetap menjalin hubungan dengan intens namun tidak ada ikatan yang jelas.

3. Dari Segi Risikonya

Hubungan situationship bisa berakibat fatal terhadap kesehatan mental dan emosional. Terutama kepada mereka yang hanya untuk memenuhi kebutuhan seksual semata. Hubungan ini cenderung membuang waktu dan rawan terjebak dalam hubungan toxic.

Sementara orang yang berada dalam hubungan HTS tidak bisa menyebut satu sama lain sebagai pasangan. Mereka memang saling merasa nyaman, namun tidak yakin untuk kedepannya.

Pada hubungan HTS, kemungkinan mereka akan melanjutkan menjalin hubungan serius atau bisa jadi hubungan mereka akan berakhir.

Demikian penjelasan tentang perbedaan situationship dan HTS yang perlu diketahui.

Hubungan situationship dan HTS merupakan hubungan yang sebaiknya dihindari. Orang yang terjebak dalam dua hubungan ini rentan dengan sakit hati dan kecewa.

Jika tidak ada keberanian dari kedua belah pihak untuk meluruskan suatu hubungan, kondisi situationship dan HTS dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang. (eK)