Perbedaan Toxic dan Abusive dalam Ilmu Psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam hubungan asmara, semua berharap untuk mendapatkan pasangan yang sehat, saling mendukung, dan memberi rasa aman. Akan tetapi terkadang juga menemukan pasangan yang toxic dan abusive. Sebenarnya apa perbedaan toxic dan abusive dalam ilmu psikologi.
Untuk mengetahui apa perbedaan dari kedua istilah tersebut, maka harus dipahami pengertiannya lebih dulu. Untuk lebih jelasnya simak dalam pembahasan berikut ini.
Perbedaan Toxic dan Abusive
Dikutip dari buku Toxic Relationship Free karya Christy MS., (2022) hubungan toxic adalah hubungan yang membuat merasa tidak didukung, direndahkan, diserang, dan semakin buruk dari waktu ke waktu.
Toxic relationship atau hubungan toxic bisa terjadi karena kedua belah pihak tidak memiliki keterampilan saling mendukung atau karena salah satu pihak memiliki perilaku beracun yang merusak hubungan.
Perilaku beracun bisa berupa penghinaan, berteriak, memilih diam, tidak memberikan cinta, kebutuhan seksual, kasih sayang, atau perhatian. Perilaku ini bisa membuat pasangan merasa tidak dihargai, tidak dicintai, tidak dipercaya, atau tidak dianggap penting.
Sementara itu hubungan abusive adalah hubungan yang melibatkan penggunaan kekuasaan secara negatif oleh salah satu pasangan, baik berupa fisik maupun verbal.
Hubungan abusive biasanya tentang kekuasaan dan kontrol. Ketika salah satu pihak lebih kuat dibandingkan pihak lain dan memiliki kekuasaan hampir sepenuhnya terhadap pihak yang lebih lemah.
Perilaku abusive bisa berupa memukul, menampar, mendorong, mencubit, menjambak, menendang, menggigit, atau mengancam dengan senjata. Perilaku ini bisa menyebabkan pasangan merasa takut, sakit, cedera, atau bahkan mati.
Perilaku abusive juga bisa berupa menghina, mengejek, mengancam, memaksa, membohongi, menyalahkan, mengisolasi, atau melarang melakukan sesuatu. Perilaku ini bisa menyebabkan pasangan merasa rendah diri, bersalah, malu, bingung, atau depresi.
Berikut ini beberapa perbedaan antara hubungan toxic dan abusive yang perlu diketahui:
Hubungan toxic bisa dilakukan oleh kedua belah pasangan secara timbal balik atau bergantian. Hubungan abusive biasanya dilakukan oleh satu pihak saja secara terus menerus.
Hubungan toxic bisa terjadi karena kurangnya komunikasi, kesepahaman, atau keterampilan dalam menjalin hubungan. Hubungan abusive bisa terjadi karena adanya gangguan mental, trauma masa lalu, atau pengaruh lingkungan yang buruk pada salah satu pihak.
Hubungan toxic bisa diatasi dengan cara meningkatkan komunikasi, saling mendengarkan, menghormati perbedaan pendapat, atau mencari bantuan profesional jika diperlukan. Hubungan abusive sulit diatasi dengan cara tersebut karena salah satu pihak tidak mau mengubah perilakunya atau tidak menyadari bahwa perilakunya salah.
Hubungan toxic bisa berakhir dengan cara saling memaafkan, berdamai, atau berpisah dengan baik-baik. Hubungan abusive bisa berakhir dengan cara melaporkan ke polisi, mencari perlindungan hukum, atau melarikan diri dari pasangan.
Baca juga: Mengenal Uniknya Kepribadian Orang yang Suka Warna Hitam
Itulah penjelasan mengenai perbedaan toxic dan abusive dalam konteks hubungan serta ilmu psikologi. (WWN)
