Konten dari Pengguna

Perilaku Kompulsif: Pengertian, Penyebab, hingga Gejalanya

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Perilaku Impulsif. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perilaku Impulsif. Sumber: Unsplash

Pengertian kompulsif adalah tindakan yang dilakukan berulang-ulang dan secara konsisten meskipun tindakan tersebut tidak penting.

Dalam buku Farmakologi: Neurologi dan Psikiatri, dijelaskan mengenai gangguan obsesif impulsif merupakan salah satu gangguan jiwa di mana penderitanya cenderung melakukan tindakan berulang yang diakibatkan desakan-desakan di dalam pikiran.

Terkadang, orang yang menderita perilaku impulsif tidak menyadari mengenai gangguan tersebut. Lantas, bagaimana penjelasan lengkapnya?

Pengertian Perilaku Impulsif

Ilustrasi Perilaku Impulsif. Sumber: Unsplash

Pengidap perilaku impulsif menyadari bahwa mereka melakukan perilaku yang tidak masuk akal, seperti mencuci tangan sebanyak 20 kali, dan perilaku mereka mengganggu kehidupan sehari-hari. Meski demikian, mereka terus melakukannya tanpa tahu mengapa.

Gangguan ini disebut juga dengan gangguan kepribadian obsesif impulsif atau Obsessive Compulsive Personality Disorder (OCPD) yang ditandai dengan keteraturan, kerapian, dan kesempurnaan yang ekstrim.

Beberapa karakteristik yang dimiliki oleh penderita OCPD adalah sebagai berikut:

  • Sulit mengatakan perasaan

  • Kesulitan memelihara hubungan

  • Pekerja keras

  • Sering terisolasi sosial

  • Sering marah

  • Mengalami kecemasan

Penyebab Perilaku Impulsif

Sebenarnya, penyebab dari perilaku OCPD belum diketahui secara pasti. Tentunya, ada banyak sekali aspek dan faktor yang memengaruhi munculnya perilaku satu ini.

Salah satu penyebab kemunculan OCPD adalah kombinasi genetika serta pengalaman di masa kecil. Di usia dini, pengidap OCPD merasa harus menjadi seorang anak yang patuh dan sempurna. Ternyata, kebiasaan tersebut berlanjut sampai mereka dewasa.

Tak hanya itu, orang yang tumbuh tanpa orang tua maupun keluarga terdekat juga diindikasi mengidap gangguan kepribadian satu ini.

Gejala Perilaku Impulsif

Ada berbagai macam gejala perilaku impulsif yang ditunjukkan oleh penderita OCPD. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Perfeksionis berlebihan.

  • Berperilaku kaku.

  • Sangat menghemat uang.

  • Sangat tepat waktu.

  • Sangat memperhatikan hal detail.

  • Pengabdian pada pekerjaan.

  • Menimbun barang yang sudah tidak digunakan.

  • Enggan membagi pekerjaan.

  • Taat pada perencanaan.

  • Kepatuhan yang kaku pada peraturan.

  • Merasa benar terhadap cara melakukan sesuatu.

  • Kepatuhan yang kaku pada etika dan moral.

Orang yang Beresiko Terkena Perilaku Impulsif

Menurut The International OCD Foundation (OCDF), laki-laki mempunyai risiko dua kali lipat terkena OCPD daripada perempuan. Selain itu, sebuah penelitian juga menunjukkan hasil bahwa 2 dari 7 persen populasi manusia di dunia menderita OCDF.

Karena hal tersebut, OCDF disebut sebagai gangguan kepribadian yang paling umum. Mereka yang mempunyai riwayat diagnosis kesehatan mental dinilai lebih mungkin terkena gangguan satu ini. (LAU)