Konten dari Pengguna

Perkembangan Otak Anak yang Sering Dimarahi Orangtua

info psikologi
Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
10 Desember 2023 19:14 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ilustrasi perkembangan anak yang sering dimatrahi (Pexels)
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi perkembangan anak yang sering dimatrahi (Pexels)
ADVERTISEMENT
Perkembangan otak pada anak merupakan fase penting yang rentan terhadap pengaruh lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, perkembangan otak anak yang sering dimarahi orang tua, akan mengalami hambatan yang dapat mengganggu pertumbuhan mental dan fisiknya.
ADVERTISEMENT

Mengenal Perkembangan Otak Anak

ilustrasi perkembangan anak yang sering dimarahi (Pexels)
Dilansir dari situs repositori.kemdikbud.go.id, pada rentang usia 2 hingga 6 bulan, perkembangan otak anak sangat dipengaruhi oleh pengalaman sehari-hari dan interaksi yang mereka alami.
Ketika mendekati usia sembilan bulan, otak anak mulai membentuk hubungan antara penglihatan, pendengaran, sensasi, dan respons yang mereka terima.
Interaksi dengan orang tua dan anggota keluarga berperan penting dalam memberikan kesempatan pembelajaran awal bagi perkembangan anak.
Saat mencapai usia sekitar 3 tahun, otak anak telah memiliki sekitar 1.000 triliun koneksi otak, yang dikenal sebagai sinaps.
Pada tahap menjelang masuk sekolah, perkembangan otak anak dibangun atas fondasi yang telah terbentuk pada lima tahun pertama kehidupannya.

Berbagai Dampak Perkembangan Otak Anak yang Sering Dimarahi

Dalam kondisi sering mendapatkan teguran atau marah, anak-anak mungkin mengalami berbagai dampak negatif terhadap perkembangan otak mereka.
ADVERTISEMENT
Berikut ini berbagai dampak yang mungkin terjadi pada otak ketika anak sering dimarahi:

1. Gangguan Mental dan Emosional

Seringnya teguran atau marah dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi pada anak.

2. Rendahnya Percaya Diri

Anak-anak yang sering dimarahi mungkin mengalami penurunan rasa percaya diri serta kepercayaan terhadap kemampuan mereka.

3. Perilaku Agresif

Respons terhadap marah yang berlebihan bisa membuat anak menunjukkan perilaku agresif atau melawan.

4. Rendahnya Penyesuaian Sosial

Kesulitan dalam berinteraksi sosial dan membangun hubungan yang baik dengan orang lain bisa menjadi dampak seringnya mendapatkan teguran.

5. Performa Akademis Menurun

Dampak negatif dari marah yang sering juga dapat memengaruhi fokus dan kinerja anak di sekolah.

6. Gangguan Kecerdasan

Seringnya teguran yang berlebihan juga dapat berdampak pada kecerdasan anak dan kemampuan mereka dalam memproses informasi.

7. Gangguan Pengendalian Diri

Anak-anak mungkin mengalami kesulitan dalam mengatur emosi dan perilaku mereka sendiri karena seringnya dimarahi.
ADVERTISEMENT

8. Ukuran Fisik Otak yang Mengecil

Beberapa penelitian menyarankan bahwa lingkungan yang sering stres dapat memengaruhi struktur fisik otak pada anak-anak yang terus-menerus mendapatkan teguran yang keras.
Dalam upaya memahami dan mendukung perkembangan optimal otak anak, penting untuk memperhatikan pengaruh dari lingkungan sekitarnya.
Seringnya, anak-anak mendapatkan teguran yang keras dan berlebihan dapat memiliki dampak jangka panjang yang signifikan pada perkembangan otaknya.