Permissive Parenting: Definisi, Dampak, dan Cara Mengubahnya

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Permissive parenting adalah pola asuh yang memberikan kebebasan kepada anak untuk mengatur dirinya, sehingga lebih mandiri. Bentuk pengasuhan ini memiliki dampak buruk bagi anak.
Purwaningtyas dalam Pengasuhan Permissive Orang Tua dan Kenakalan pada Remaja mengungkapkan bahwa bentuk pola asuh permisif ini bisa menyebabkan anak tumbuh menjadi sosok yang nakal.
Untuk memahami lebih lanjut mengenai apa itu permissive parenting dan cara mengubahnya, baca artikel ini sampai habis.
Apa itu Permissive Parenting?
Permissive parenting adalah pola asuh yang sebaiknya dihindari oleh orang tua. Sebab, bentuk pengasuhan anak ini membuat orang tua tidak terlibat dalam memberikan aturan tertentu.
Melalui bentuk pengasuhan ini, orang tua memberikan kebebasan terhadap anak untuk membuat tanggung jawab sendiri pada dirinya. Di sisi lain, orang tua justru terlalu santai dalam mengasuh anak dan tidak menerapkan banyak aturan.
Hal ini berisiko membuat anak tumbuh menjadi sosok yang sewenang-wenang dan nakal. Itulah mengapa, orang tua perlu memperhatikan pola asuh yang diterapkannya.
Dampak Permissive Parenting
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, permissive parenting adalah pola asuh yang bisa membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang terlampau bebas. Hal ini tentu dapat memberikan dampak negatif.
Adapun sejumlah dampak permissive parenting adalah sebagai berikut:
1. Anak Menjadi Agresif
Salah satu dampak permissive parenting adalah anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih agresif dan imlulsif. Sebab, orang tua cenderung tidak mengontrol kehidupan anak sehari-hari.
Hal ini membuat anak menjadi tidak mengerti batas perilaku yang diterima oleh masyarakat, sehingga dirinya cenderung bersikap semaunya sendiri.
2. Menurunnya Prestasi
Dampak pola asuh permisif lainnya adalah menurunnya prestasi anak. Sebab, orang tua tidak mengontrol atau memantau perkembangan anak di sekolah dan cenderung santai dalam menyikapinya.
Akibatnya, anak menjadi lebih santai saat di sekolah dan mengabaikan pendidikannya. Hal inilah yang menyebabkan prestasi akademiknya cenderung menurun.
3. Rentan Melakukan Perundungan
Dampak pola asuh permisif yang terakhir adalah rentan melakukan perundungan. Hal ini dikarenakan orang tua yang tidak menerapkan batasan tertentu kepada anak.
Akibatnya, dirinya dapat bersikap sesuai keinginannya sendiri tanpa mengetahui dampak dari perilakunya tersebut.
Cara Mengubah Permissive Parenting
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, permissive parenting adalah perilaku yang bisa menimbulkan dampak negatif. Untuk itulah, orang tua perlu mengubah pola asuh ini.
Adapun cara mengubah permissive parenting adalah sebagai berikut:
1. Membuat Aturan
Salah satu cara mengubah permissive parenting adalah membuat aturan di rumah dan saat di luar untuk anak. Hal ini diperlukan agar anak mengetahui batasan dalam berperilaku sehari-hari.
Di samping aturan, orang tua juga bisa menjelaskan alasan penerapan aturan tersebut kepada anak dan memberikan sanksi tertentu saat anak melanggarnya.
2. Bersikap Tegas dan Konsisten
Cara mengubah pola asuh permisif selanjutnya adalah dengan bersikap tegas kepada anak dan menerapkan aturannya secara konsisten. Cara ini diperlukan untuk membentuk pribadi anak yang lebih teratur dan disiplin.
Di samping itu, dengan bersikap tegas kepada anak, si kecil juga akan lebih paham tentang konsekuensi yang mungkin akan terjadi padanya.
3. Menghargai Tindakan Positif Anak
Cara mengubah pola asuh permisif yang terakhir adalah dengan menghargai setiap tindakan positif yang dilakukan oleh anak. Hal ini diperlukan agar anak merasa diapresiasi dan termotivasi untuk terus menerapkan tindakan positif.
Misalnya, saat anak membaca buku di rumah, coba berikan apresiasi kepadanya dalam bentuk pujian maupun memberikannya hadiah berupa buku. Demikian mengenai pola asuh permisif, dampak buruknya, dan cara mengubahnya. [ENF]
