Permissive parenting: Pengertian, Karakteristik, dan Dampaknya

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Permissive parenting adalah pola asuh terhadap anak dengan memberikan kebebasan tanpa ada aturan yang jelas. Tipe parenting ini mempunyai karakteristik dan dampaknya yang berbeda dari tipe parenting yang lain.
Pengertian Permissive Parenting
Titi Rachmi, dkk dalam buku berjudul Mengenal Lebih Dalam Ilmu Parenting, menjelaskan bahwa parenting yang dilakukan orang tua sangat erat kaitannya dengan perkembangan anak.
Salah satu jenis parenting untuk anak adalah permissive parenting. Tipe parenting ini biasanya dijalankan oleh orang tua yang permisif. Mereka cenderung memanjakan anak tanpa adanya tuntutan yang jelas.
Orang tua yang demikian cenderung jarang mendisiplinkan anak, sebab orang tua memiliki harapan relatif rendah akan pengendalian diri dan kedewasaan anak di masa depan.
Orang tua yang menjalankan permissive parenting akan menunjukkan rasa sayang yang tinggi. Jika parenting model ini selalu dilakukan maka anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang manja.
Karakteristik Permissive Parenting
Permissive parenting mempunyai beberapa karakteristik, yaitu :
Hampir tidak pernah memberikan konsekuensi kepada anak.
Tidak membuat aturan yang sesuai.
Orang tua tidak banyak menuntut anak
Sangat sayang dan cenderung memanjakan anak.
Sering memberikan hadiah supaya anak bersedia melakukan sesuatu.
Aturan yang diberikan orang tua tidak konsisten sama sekali.
Dampak Permissive Parenting
Penerapan permissive parenting terhadap anak bisa memberikan dampak sebagai berikut :
Anak berkembang dengan tata krama yang buruk dan tidak tahu aturan. Anak akan melakukan semua yang mereka suka bahkan merendahkan apapun tanpa rasa bersalah dan tanggung jawabannya tidak ada.
Anak tumbuh menjadi pribadi yang egois, karena anak diajari untuk memikirkan dirinya sendiri. Jadi, jika ada sesuatu yang anak tidak suka, maka orang tua harus mengganti dengan apa yang disukai anak.
Tidak mampu mengatur waktu, sehingga muncul kebiasan buruk pada anak. Misalnya, anak bermain game sampai hampir seharian penuh, karena sejak kecil dibiarkan tanpa aturan.
Tidak bisa mendapatkan prestasi akademik yang baik. Anak yang hidup bersama orang tua permissive parenting cenderung tidak bisa mengukir prestasi akademik, karena anak tidak tahu cara disiplin dengan waktu.
Demikianlah penjelasan tentang permissive parenting yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat! (Ek)
