Polarisasi Kelompok: Pengertian, Penyebab, dan Contohnya

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Polarisasi kelompok adalah suatu fenomena ketika individu-individu dalam kelompok berdiskusi dan mengambil keputusan lebih ekstrem daripada ketika dirinya berpikir sendirian.
Mayadi dalam Pengaruh Ketertarikan Interpersonal Terhadap Polarization Kelompok menyebutkan bahwa polarisasi kelompok adalah kecenderungan seseorang untuk mengikuti pendapat kuat dalam kelompok.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai apa itu polarisasi kelompok, simak selengkapnya di artikel berikut.
Apa Itu Polarisasi Kelompok?
Polarisasi kelompok adalah suatu kecenderungan individu yang mengikuti pendapat terkuat dalam kelompok dan cenderung lebih ekstrem daripada dirinya berpikir sendiri.
Adanya polarisasi kelompok ini bisa menyebabkan pengambilan keputusan yang lebih buruk. Sebab, setiap anggota dalam kelompok terlalu mengikuti pendapat berdasarkan suara kelompok.
Polarisasi kelompok dapat terjadi karena adanya keputusan sosial, efek perbandingan sosial, hingga dinamika tanggung jawab dalam kelompok.
Selain itu, beberapa anggota kelompok yang ingin mengalihkan pendapatnya juga cenderung bisa memicu terjadinya polarisasi kelompok.
Penyebab Polarisasi Kelompok
Polarisasi kelompok bisa terjadi karena beberapa faktor. Adapun sejumlah penyebab polarisasi kelompok, antara lain.
Perasaan kuat terhadap moral, topik, maupun pendirian tertentu.
Adanya ketertarikan emosional seseorang terhadap suatu topik dalam kelompok. Hal ini bisa terjadi karena topik tersebut berhubungan dengan pengalaman hidup seseorang.
Munculnya keinginan untuk mempertahankan pendapat pribadi dan mengajak orang yang sepemikiran agar menguatkan pendapatnya.
Adanya interaksi sosial antara anggota-anggota dalam kelompok yang memicu pergeseran pendapat.
Penyebab polarisasi kelompok juga dijelaskan dalam teori pengaruh jaringan sosial. Teori tersebut menjelaskan mengenai peran hubungan sosial dalam membicarakan informasi yang memicu terjadinya perubahan sikap maupun perilaku.
Teori tersebut juga menjelaskan mengenai pemicu pergeseran pendapat seseorang yang berhubungan dengan argumen persuasif, identitas sosial, perbandingan sosial, pembagian tanggung jawab, maupun pengaruh informasi.
Contoh Polarisasi Kelompok
Terdapat beberapa contoh polarisasi kelompok yang biasa terjadi, antara lain.
Polarisasi kelompok dalam komunitas daring. Ketika seseorang berinteraksi dengan orang yang mempunyai minat yang sama, maka bisa memicu polarisasi. Selain itu, sifat anonimitas dalam internet juga bisa memicu polarisasi.
Algoritma media sosial juga sering memicu polarisasi kelompok.
Ideologi politik yang bersifat ekstrem cenderung membentuk polarisasi kelompok.
Demikian sederet informasi mengenai pengertian polarisasi kelompok, penyebab, dan contohnya. [ENF]
