Psikologi Kognitif: Pengertian, Tujuan, dan Contohnya yang Perlu Diketahui

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Psikologi sebagai ilmu pengetahuian yang memiliki berbagai bidang sesuai dengan aplikasi yang diterapkan sehari-hari, salah satunya psikologi kognitif. Psikologi kognitif adalah salah satu cabang ilmu psikologi yang mempelajari tentang mental manusia.
Dikutip dari buku Mengenal Linguistik Kognitif: Ninchi Gengogaku, Dedi S. (hal 4), psikologi kognitif mulai muncul tahun 1956 sebagai reaksi terhadap aliran psikologi behavirorisme di Amerika. Behaviorisme ini menjadi pendekatan yang menitikberatkan reaksi yang bersifat objektif dan dapat diamati secara langsung.
Psikologi Kognitif adalah Ilmu Psikologi tentang Mental Manusia, Berikut Info Selengkapnya
Psikologi kognitif berasal dari dua kata, yaitu psikologi dan kognitif. Pengertian psikologi kognitif adalah ilmu psikologi yang mempelajari proses mental manusia. Mulai dari persepsi, perhatian, ingatan, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan.
Ada beberapa tujuan mempelajari psikologi kognitif dalam kehidupan sehari-hari. Berikut tujuan psikologi kognitif yang penting diketahui, sehingga seseorang bisa berpikir lebih jauh dengan pola pikir terbuka dan tidak gegabah dalam mengambil keputusan.
1. Menggambarkan Perilaku Seseorang
Tujuan yang pertama adalah dapat menggambarkan perilaku orang sekitar. Dengan begitu, seseorang bisa lebih mudah memahami tingkah laku orang di sekitarnya.
2. Menjelaskan Sesuatu Hal
Tujuan yang kedua adalah bisa menjelaskan sesuatu hal dengan terperinci. Contohnya, seseorang bisa mengeksplorasi dalam bidang ilmu pengetahuan, kepribadian, perilaku sosial, dan kesehatan mental.
3. Memprediksi Banyak Hal
Memprediksi banyak hal juga menjadi salah satu tujuan mempelajari psikologi kognitif. Sehingga proses selanjutnya bisa dengan mudah merancang dan merencanakan kebutuhan dan keinginan di masa depan.
4. Mengubah dan Mengendalikan Perilaku
Selain tiga tujuan di atas, mengubah dan mengendalikan perilaku juga bisa dilakukan oleh orang yang mempelajari psikologi kognitif. Contohnya dalam kehidupan sosial sering kali terjadi konflik yang bisa mengubah dan mengendalikan struktur.
Contoh penerapan ilmu ini ketika di jalan melihat peristiwa kecelakaan kendaraan, karena pengendara tidak menggunakan helm dan kendaraan lainnya melaju dengan kecepatan tinggi. Dari kasus tersebut, psikologi kognitif mulai dipalikasikan dengan memproses informasi yang lengkap.
Baca Juga: Psikologi Forensik: Pengertian, Jenjang Karier, dan Tugasnya di Dunia Kerja
Jadi, psikologi kognitif adalah ilmu yang penting diketahui dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga bisa lebih mudah memahami proses mental manusia di lingkungan sosial. (NAI)
