Psikologi Orang yang Banyak Bicara beserta Penyebabnya

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Psikologi orang yang banyak bicara ada beragam. Bisa jadi mereka hanya ingin menarik perhatian atau justru menyombongkan diri.
Berikut penjelasan mengenai psikologi orang yang banyak bicara dan penyebabnya yang perlu dipahami.
Mengenal Kebutuhan Berbicara
Berbicara adalah kebutuhan setiap orang. Fungsi bicara, yaitu untuk mengemukakan pendapat, perasaan, hingga menunjukkan eksistensi. Di samping itu, ternyata ada alasan ilmiah di balik sosok yang banyak bicara.
Orang yang banyak bicara akan melepaskan hormon kebahagiaan, yaitu dopamin saat tengah mengutarakan apa yang dipikirkan maupun dirasakan.
Berbicara, khususnya mengenai diri sendiri, terbukti dapat merangsang hormon dopamin yang menjadikan tubuh terasa lebih rileks.
Kemudian, dalam situs digilib.uinsa.ac.id, berbicara termasuk bentuk komunikasi verbal yang dilakukan dengan tujuan mengungkapkan gagasan maupun ide yang sudah disusun dalam pikiran.
Menurut penelitian Mark Goulston, ada cara untuk mengetahui apakah seseorang termasuk banyak bicara atau tidak. Ini bisa dilihat dari durasi waktu bicara.
Goulston menyebutnya dengan "aturan lampu lalu lintas”. Berikut penjelasannya:
Kelompok lampu hijau, yaitu orang yang berbicara selama dua puluh detik dan pendengar menyukainya.
Kelompok lampu kuning, yaitu orang yang berbicara lebih dari tiga puluh detik dan mulai membosankan bagi pendengar.
Kelompok lampu merah, yaitu orang yang berbicara lebih dari empat puluh detik sehingga mulai menyebalkan, bahkan terkesan egois.
Psikologi Orang yang Banyak Bicara
Berikut beberapa psikologi orang yang banyak bicara yang perlu diketahui.
1. Berusaha Mencari Perhatian
Orang yang banyak bicara umumnya hanya ingin mencari perhatian dari orang-orang di sekitarnya. Mereka ingin eksis atau dianggap keberadaannya.
2. Menunjukkan Kepintaran
Keinginan menunjukkan kepintaran di depan khalayak menjadikan seseorang tampak lebih banyak bicara. Mereka ingin menonjolkan diri dan menunjukkan bahwa dirinyalah sosok yang paling menguasai topik bahasan.
3. Memperlihatkan Penguasaan Kosa Kata
Individu tipe ini ingin menunjukkan betapa banyak kosa kata yang mereka kuasai. Tak hanya itu, mereka pun umumnya adalah pribadi ekstrovert yang mengisi ulang energinya dengan berinteraksi atau bercakap-cakap dengan orang lain.
4. Merasa Kesepian
Individu yang tampak banyak bicara bisa jadi merupakan sosok yang kesepian. Mereka hanya ingin orang lain menyayangi dan memberi respons positif. Tindakan tersebut sangat membahagiakan bagi mereka.
Penyebab Orang Menjadi Banyak Bicara
Penyebab orang menjadi banyak bicara bisa karena mengalami gangguan kesehatan mental, seperti skizofrenia, gangguan kecemasan, bipolar, gangguan kepribadian, hingga ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder).
Kemudian, penyebab lainnya, yaitu adanya niatan menyombongkan diri, tidak mampu menjadi pendengar yang baik, dan senantiasa ingin didengarkan.
Karakter seperti ini justru membuat mereka kurang disukai dan lambat laun tersisih dari pergaulan.
Demikian psikologi orang yang banyak bicara dan beberapa penyebabnya. Pada dasarnya, bicara adalah kebutuhan bagi tiap orang. Akan tetapi, hal tersebut menjadi tidak wajar apabila dilakukan berlebihan. (DN)
