Konten dari Pengguna

Psikologi Orang yang Suka Menghina dan Merendahkan Orang Lain

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Psikologi Orang yang Suka Menghina. Foto: dok. Unsplash/Icons8 Team
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Psikologi Orang yang Suka Menghina. Foto: dok. Unsplash/Icons8 Team

Psikologi orang yang suka menghina dan merendahkan orang lain dapat dikatakan bahwa ia memiliki gangguan kepribadian narsistik.

Gangguan kepribadian ini membuat seseorang terus merasa bahwa dirinya superior sehingga perlu membuat orang lain merasa lebih rendah dan hina daripada dirinya.

Penjelasan Psikologi Orang yang Suka Menghina

Ilustrasi Psikologi Orang yang Suka Menghina. Foto: dok. Unsplash/Nik

Gangguan psikologi dapat dialami oleh setiap orang. Ada banyak sekali gangguan psikologi yang dapat dijumpai di lingkungan sekitar.

Bisanya, gangguan psikologi ditandai dengan beberapa hal. Misalnya, gangguan psikologi orang yang suka menghina dapat dikatakan sebagai gangguan kepribadian narsistik.

Mengutip dari buku berjudul Pengantar Psikopatologi untuk Keperawatan yang disusun oleh Herri Zan Pieter, dkk. (2011: 248), narsistik merupakan istilah yang berasal dari sejarah mitologi Yunani.

Dalam suatu mitologi Yunani, diceritakan tentang seorang laki-laki bernama Narcissus yang menolak cinta Echo karena terlalu terpesona dengan kecantikan yang dimiliki dirinya sendiri.

Narcissus kemudian banyak menghabiskan waktu untuk mengagumi dirinya melalui bayangan diri yang muncul di pantulan air danau.

Gangguan kepribadian narsistik atau yang juga dikenal dengan istilah NPD atau Narcissistic Personality Disorder merupakan gangguan yang dialami seseorang dengan tanda kecenderungan untuk menilai dirinya sendiri sebagai orang yang sangat penting secara berlebihan.

Lebih lanjut, dikutip dari buku Pengantar Psikologi Abnormal: Definisi, Teori, dan Intervensi oleh Wisnu Catur Bayu Pati (2022: 107), gangguan kepribadian narsistik adalah pola kebesaran, kebutuhan akan kekaguman, dan kurangnya empati.

Orang dengan gangguan ini memiliki rasa bangga atau keyakinan yang berlebih terhadap diri sendiri dan adanya kebutuhan yang ekstrem akan pemujaan.

Seseorang yang menderita gangguan narsistik ditunjukkan dengan beberapa tanda, antara lain:

  • Adanya fantasi kesuksesan yang tak terbatas.

  • Merasa dirinya superior, suka mengeksploitasi orang lain.

  • Sangat iri dan arogan pada kesuksesan orang lain.

  • Sulit membangun hubungan personal dan cenderung tidak peduli dengan lingkungan sekitar.

  • Sering kali menghina dan merendahkan orang lain.

Seseorang yang memiliki kepribadian narsistik memiliki dampak negatif. Dampak ini terasa, baik bagi dirinya sendiri maupun orang sekitarnya.

Bahaya narsistik, antara lain terlalu terfokus pada dirinya sendiri, cenderung egois, tidak peduli dengan yang dialami oleh orang lain, tidak memiliki empati, bahkan terkadang tidak berperilaku sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku.

Sekian pembahasan mengenai psikologi orang yang suka menghina dan merendahkan orang lain. Semoga bermanfaat untuk menambah wawasan tentang gangguan kepribadian yang dapat dialami seseorang. (DAP)