Public Display of Affection: Pengertian dan Dampaknya terhadap Hubungan

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Public display of affection adalah tindakan mengumbar kemesraan di depan khalayak ramai, baik lewat media sosial maupun di kehidupan nyata. Tindakan yang demikian meski dianggap menyenangkan, namun mempunyai dampak terhadap suatu hubungan.
Untuk memahaminya, perhatikan pembahasan berikut!
Apa Itu Public Display of Affection?
Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari dalam buku berjudul 7 Kiat Orangtua Shalih: Tindakan 7: Install-kan Nilai menjelaskan bahwa public display of affection atau bermesraan di depan umum sekarang ini menjadi pemandangan yang sudah biasa.
Hal tersebut terjadi bukan hanya di luar negeri, melainkan di Indonesia pun juga demikian. Pasangan tidak segan memamerkan pelukan sampai cipika-cipiki di depan orang banyak. Mereka melakukan hal tersebut memang bertujuan agar dilihat banyak orang.
Public display of affection (PDA) bisa memberikan rasa puas dan bahagia kepada pasangan yang melakukannya. Meski demikian, tindakan ini banyak mengundang pro kontra di hadapan khalayak ramai.
Orang yang melihat pasangan melakukan PDA mungkin ada yang merasa ikut bahagia. Namun, ada juga orang yang merasa risih dan tidak suka dengan tindakan tersebut sebab dianggap masih tabu, utamanya di Indonesia.
Bentuk dari PDA sendiri ada beragam, mulai dari tindakan yang dianggap biasa sampai yang berlebihan, misalnya:
Berpegangan tangan.
Bersentuhan.
Berciuman.
Berpelukan.
Berbagi kemesraan melalui media sosial.
Dampak Melakukan Public Display of Affection
Ketika pasangan melakukan public display of affection, umumnya akan muncul dampak positif dan negatif dalam suatu hubungan.
Contoh dampak positif dalam hubungan ketika melakukan public display of affection, antara lain:
Hubungan semakin berwarna karena melakukan hal baru, yaitu PDA yang menunjukkan sisi baik dalam suatu hubungan kepada khalayak ramai.
Hubungan semakin menantang karena saat melakukan DPA, harus menunjukkan sisi hubungan yang intens, menarik, dan romantis.
Membuat hubungan semakin erat karena kedua pasangan merasa puas dan bahagia setelah melakukan PDA.
Sedangkan, dampak negatif public display of affection dalam hubungan, yaitu:
Hubungan semakin renggang. Kadang melakukan PDA hanya sekadar untuk menjadi validasi dari orang lain dan sebenarnya hubungan yang terjadi tidak seperti yang ditampakkan.
Hubungan menjadi cibiran orang lain. Tindakan PDA yang berlebihan membuat orang lain merasa risih, benci, dan akhirnya mencibir tindakan tersebut.
Demikianlah penjelasan tentang public display of affection yang perlu dipahami. Semoga bermanfaat! (eK)
