Konten dari Pengguna

Rapunzel Syndrome: Pengertian, Gejala, dan Pengobatan yang Wajib Diketahui

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi rapunzel syndrom. Sumber foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi rapunzel syndrom. Sumber foto: Unsplash

Rapunzel syndrome adalah kelainan yang membuat penderitanya senang memakan rambut sehingga menimbulkan gumpalan di dalam perut.

Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat memicu berbagai penyakit, seperti penyumbatan pada usus dan lambung. Bahkan sindrom ini termasuk dalam gangguan kejiwaan langka yang bisa berpotensi menyebabkan kematian.

Untuk lebih memahami tentang rapunzel syndrome, simak selengkapnya dalam ulasan berikut ini.

Pengertian Rapunzel Syndrome dan Gejalanya

Ilustrasi rapunzel syndrome. Sumber foto: Unsplash

Dilansir dari situs WebMd, sindrom rapunzel merupakan gangguan kesehatan yang sangat langka, di mana hal ini ditandai dengan munculnya bola atau gumpalan rambut besar di dalam perut.

Seiring berjalannya waktu, gumpalan rambut tersebut bisa meluas ke usus kecil dan akhirnya memicu infeksi. Karena itu, kondisi ini dianggap sangat serius karena dapat memicu kompilasi mematikan.

Penyakit ini dinamai Rapunzel karena memiliki kaitan dengan rambut dan perempuan. Sebab, hampir semua pengidap gangguan ini adalah wanita, terutama mereka yang memiliki rambut panjang.

Gejala yang muncul akibat sindrom rapunzel sendiri sebenarnya belum jelas dan tidak spesifik sehingga dapat membingungkan, terutama pada fase awal. Namun, gejala yang umum terjadi adalah sakit perut kronis, penurunan berat badan, dan gangguan pencernaan berulang.

Sindrom rapinzel ini dapat memicu komplikasi, di antaranya:

  • Ikterus obstruktif (sumbatan empedu)

  • Penyumbatan fisik di perut atau usus kecil

  • Erosi lapisan lendir organ pencernaan

  • Lubang di dalam usus kecil

  • Peradagangan pada lapisan lambung (peritonitis)

  • Pembengkakan pankreas (pankreatitis akut)

Pengobatan Sindrom Rapunzel

Untuk mendiagnosis adanya gumpalan rambut, dokter akan menanyakan riwayat kebiasaan pengidap rapunzel syndrome. Selain itu, dokter juga akan memeriksa adanya gejala fisik, seperti kerontokan rambut.

Diagnosis penyakit ini bisa dilakukan dengan beberapa tes, yakni Sinar X, USG, CT Scan, studi barium fluoroskopi, dan endoskopi. Dengan begitu, dokter bisa memberikan pengobatan yang tepat.

Jika gumpalan rambut terlalu besar, dokter akan melakukan laparotomi dan laparoskopi. Laparotomi adalah tindakan membuka dan memeriksa rongga perut, untuk mengeluarkan gumpalan.

Sementara laparoskopi adalah tindakan untuk membuat potongan seukuran lubang kunci di perut demi mengeluarkan rambut.

Demikian pembahasan mengenai pengertian, gejala, serta pengobatan rapunzel syndrome. (RN)