Konten dari Pengguna

Socially Awkward: Tanda-tanda serta Cara Mudah Mengatasinya

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi socially awkward adalah. Foto: StockSnap/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi socially awkward adalah. Foto: StockSnap/Pixabay

Socially awkward adalah kecanggungan sosial tatkala berinteraksi dengan orang lain atau berada dalam situasi ramai. Kondisi ini tentu membuat seseorang tidak nyaman ketika hendak melakukan komunikasi maupun interaksi, khususnya dengan banyak orang.

Jadi, bagaimana tanda dan cara mengatasinya dengan tepat?

Tanda-tanda Socially Awkward, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi socially awkward adalah. Foto: Sven Lachmann/Pixabay

Pada dasarnya, socially awkward adalah gangguan kecemasan yang membuat seseorang susah memahami norma sosial yang terdapat di masyarakat. Selain itu, kondisi ini pun merupakan salah satu dampak perkembangan teknologi. Demikian ulasan situs umsida.ac.id.

Berikut ulasan tentang tanda atau ciri-ciri socially awkward hingga penyebabnya yang perlu diketahui.

1. Tanda-tanda Socially Awkward

  • Merasa cemas ketika berada di keramaian: orang dengan gangguan ini selalu merasa tak nyaman dan khawatir tatkala berhadapan dengan banyak orang atau berada di situasi ramai.

  • Sering dihindari: sulitnya berinteraksi dengan orang lain membuat seorang socially awkward selalu dihindari karena orang lain pun merasa canggung kala mengobrol.

  • Sulit menjalin hubungan dekat di dunia nyata: menjalin pertemanan di dunia nyata memerlukan pertemuan, komunikasi, kontak mata, dan gestur. Oleh karena itu, pengidap gangguan kecemasan atau socially awkward lebih suka berteman secara daring.

  • Gagal mengenali serta memahami norma sosial: ketidakmampuan mengenali serta memahami norma sosial ini terjadi karena seseorang terlalu sibuk berpikir mengenai pandangan orang lain terhadapnya. Kebiasaan hidup bermasyarakat pun akhirnya terabaikan.

  • Terlibat dalam percakapan khusus: orang seperti ini juga biasanya hanya nyaman berbicara mengenai topik tertentu dan percakapan berpusat pada hal itu. Tatkala berbincang, mereka sering merasa dihakimi.

  • Membandingkan dengan orang lain: pengidap socially awkward tidak puas dengan diri sendiri dan selalu membandingkan dengan orang lain. Selain itu, mereka juga senantiasa menghindari kontak mata.

2. Penyebab Socially Awkward

Penyebab socially awkward antara lain terlalu sering berinteraksi di dunia maya, kebiasaan sehari-hari yang sulit melakukan interaksi sosial, trauma masa lalu, hingga khawatir melontarkan informasi yang salah ketika berkomunikasi.

3. Cara Mengatasi Socially Awkward

  • Menjadi pendengar yang baik: berusahalah menjadi pendengar yang baik. Pastikan mengetahui kapan harus merespon dan kapan harus mendengarkan keluh kesah orang lain.

  • Menjaga kontak mata: selalu menjaga kontak mata dengan lawan bicara menjadikan orang lebih fokus tentang apa yang ingin disampaikan. Tak hanya itu, tindakan ini juga sebagai wujud penghargaan pada lawan bicara.

  • Tidak perlu mengkhawatirkan respon orang lain: sesekali penting untuk bersikap cuek dengan respon orang lain. Namun, jika respon tersebut bisa dijadikan pelajaran maka tak ada salahnya untuk dipikirkan.

  • Cara lainnya yaitu dengan mencari tahu penyebab socially awkward, menepis pandangan buruk orang lain mengenai diri kita, tak memandang rendah kehidupan sendiri, jangan takut diabaikan, dan berlatihlah untuk bersosialisasi dengan orang lain.

Socially awkward adalah kecanggungan sosial yang perlu diatasi. Tujuannya agar tak ada lagi kesulitan saat hendak menjalin hubungan sosial. (DN)