Konten dari Pengguna

Suka Bicara Sendiri, Benarkah Tanda Gangguan Mental?

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi suka berbicara sendiri gangguan mental. Sumber foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi suka berbicara sendiri gangguan mental. Sumber foto: Unsplash

Banyak dari kita mungkin pernah terjebak dalam percakapan dengan diri sendiri. Sebenarnya, apakah suka bicara sendiri bisa menjadi salah satu tanda gangguan mental?

Ternyata, suka bicara sendiri merupakan hal yang normal untuk dilakukan asal tidak berlebihan dan membuat kita menjadi aneh serta sulit untuk berkomunikasi di dunia nyata.

Untuk penjelasan lebih lengkap dan detail, simak di bawah ini.

Suka Bicara Sendiri, Benarkah Gangguan Mental?

Ilustrasi suka berbicara sendiri. Sumber foto: Unsplash

Terkadang, manusia suka berbicara sendiri atau self-talk demi melatih komunikasi. Sayangnya, kebiasaan ini kerap dianggap sebagai salah satu tanda gangguan mental karena terlihat tidak normal dan aneh.

Banyak ahli yang mengatakan bahwa self-talk adalah ekspresi verbal yang menjadi keyakinan. Artinya, ia berusaha mengungkapkan perasaan batin, pikiran non-verbal, serta intuisi melalui pembicaraan dengan diri sendiri. Tujuannya adalah untuk mengarahkan diri.

Dikutip dari situs VeryWell Mind, faktor seseorang sering berbicara sendiri adalah untuk menyelesaikan masalah, membuat rencana, serta motivasi untuk diri sendiri. Jadi, kebiasaan ini cukup normal.

Lalu, apakah suka berbicara sendiri termasuk dalam gangguan mental? Ternyata, kebiasaan ini normal dan umum terjadi asalkan tidak dilakukan secara berlebihan hingga membuat kita sulit untuk berkomunikasi dengan orang di dunia nyata.

Self-talk juga bisa memberikan sejumlah manfaat baik untuk individu. Misalnya, menjadi salah satu cara untuk mengembangkan bahasa, menguatkan kinerja saat bertugas, hingga melatih komunikasi.

Kapan Kebiasaan Berbicara Sendiri Perlu Dikhawatirkan?

Banyak orang yang bertanya, yaitu kapan kebiasaan berbicara sendiri perlu dikhawatirkan? Kondisi ini patut diperhatikan jika penderita sudah mendengar suara atau mengalami halusinasi berlebihan.

Halusinasi berlebihan inilah yang membuat mereka kesulitan untuk membedakan realita dan dunia khayalan.

Untuk menghindari terjadinya hal seperti ini, individu bisa menulis jurnal untuk menjelajahi pikiran, emosi, dan perasaan yang terpendam. Selain itu, penting juga untuk meminta bantuan profesional, seperti psikolog atau psikiater.

Dengan dukungan kuat dari orang sekitar, penderita bisa kembali berkomunikasi secara baik dan benar.