Tanda-tanda dan Cara Mengatasi Breadcrumbing dalam Hubungan

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Breadcrumbing adalah tindakan menarik perhatian orang lain, tetapi tidak memiliki niat untuk menjalin hubungan. Tindakan tersebut biasanya terjadi di media sosial.
Seseorang yang melakukan breadcrumbing atau breadcrumber akan sangat aktif merespons target, kemudian hilang tanpa meninggalkan jejak. Perlakuan seperti itu tentu memberikan dampak negatif bagi orang yang jatuh hati dengan breadcrumber.
Tanda-Tanda Breadcrumbing dalam Hubungan
Mengutip dari buku Berdamai dengan Trauma Batin karya Alamsyah (2023: 156), breadcrumbing adalah tindakan interaksi yang sengaja dilakukan untuk memberi rasa nyaman pada korban dan membuat korban merasa membutuhkan pelaku.
Setelah pelaku breadcrumbing merasa bosan atau puas mempermainkan koban, pelaku akan menghilang tanpa jejak. Perilaku tersebut mirip dengan ghosting, tetapi breadcrumber bisa muncul untuk kembali mempermainkan perasaan korban.
Berdasarkan kondisi tersebut, dapat dipahami bahwa seseorang perlu mengetahui tanda-tanda breadcrumbing. Tujuannya adalah agar menyelamatkan diri dari tindakan breadcrumbing dalam hubungan.
Berikut beberapa tanda dari breadcrumbing yang dapat setiap orang ketahui.
1. Hubungan Hanya terjadi di Media Sosial
Tanda pertama adalah hubungan hanya terjadi di media sosial. Pasalnya, pelaku breadcrumbing atau breadcrumber hanya mencari perhatian lewat respons di media sosial, baik itu dalam bentuk follow, likes, komentar, maupun chat.
Pelaku tidak mengajak bertemu atau berkomunikasi secara lebih dalam sebab dirinya memang tidak memiliki niat ke arah itu. Breadcrumber hanya bermain-main.
2. Tidak Ada Komunikasi yang Intens
Tanda kedua adalah tidak ada komunikasi yang intens tentang hubungan. Suatu hubungan yang baik tentu memiliki rencana masa depan.
Breadcrumber tidak memiliki rencana tersebut sehingga dirinya tidak akan membuat komunikasi intens dan mendalam. Pasalnya, breadcrumber sangat menghindari komitmen.
3. Pelaku Membalas Chat secara Acak
Kembali pada konteks breadcrumber adalah orang yang mencari perhatian, breadcrumber akan melakukan chat secara acak. Hal itu dapat terjadi karena breadcrumber hanya ingin mencari perhatian bukan menjadi pendengar atau teman yang baik.
4. Hanya Menimbulkan Ragu dan Bingung
Ketika seseorang mengalami breadcrumbing, seseorang hanya akan ragu dan bingung terhadap hubungan. Hal itu terjadi karena breadcrumbing tidak pernah memberi kepastian, hanya menggoda, dan dapat menghilang secara tiba-tiba.
Cara Mengatasi Breadcrumbing
Setelah menyimak tanda-tanda breadcrumbing, setiap orang tentu tidak ingin mengalaminya. Jika sudah terlanjur mengalami dalam arti jatuh hati pada breadcrumber, seseorang tentu merasa sedih, kecewa, atau sakit hati.
Solusi dari permasalahan itu adalah mengetahui cara mengatasi breadcrumbing. Beberapa cara yang dapat dilakukan, yaitu:
Menghapus kontak atau pertemanan dengan breadcrumber di media sosial.
Fokus pada diri sendiri dengan mendengar perasaan dan mencoba mengenal diri sendiri.
Melakukan konsultasi dengan psikolog untuk mengetahui solusi yang tepat.
Memahami bahwa hubungan yang benar tidak akan membuat diri merasa gelisah, bingung, dan ragu dalam waktu lama.
Aktif dalam beribadah agar diri menjadi lebih tenang.
Rutin berolahraga agar tubuh tetap sehat.
Kembali fokus dengan dunia nyata.
Demikian dapat dipahami bahwa breadcrumbing adalah perbuatan yang tidak baik sebab mempermainkan perasaan seseorang. Oleh karena itu, setiap orang perlu mengenal tanda-tandanya agar diri tidak terjebak dengan permainan breadcrumber. (AA)
