Konten dari Pengguna

Teori Keterikatan: Pengertian, Jenis, dan Faktor-faktornya

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi teori keterikatan. Sumber: pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi teori keterikatan. Sumber: pexels

Teori keterikatan merupakan model psikologi yang mempertahankan kontak emosional dengan orang-orang tertentu.

Dikutip dari buku PSIKOLOGI PERKEMBANGAN ANAK DAN REMAJA: Teori, Pola Asuh dan Lingkungan karya Meilisa Silviana Patodo, ikatan dengan teman sebaya akan lebih erat terbentuk dengan adanya jalinan komunikasi yang lebih baik.

Simak pembahasan mengenai pengertian teori keterikatan beserta jenis dan faktor-faktornya dalam ulasan berikut ini.

Pengertian Teori Keterikatan

Ilustrasi teori keterikatan. Sumber: pexels

Teori keterikatan adalah teori yang dikemukakan oleh John Bowlby dan Mary Ainsworth. Di mana John Bowlby menjadi pencetus pertama konsep keterikatan. Sedangkan Mary Ainsworth kemudian memformulasikan teori keterikatan dari Bowlby tersebut secara lebih lengkap.

Menurut Bowlby, keterikatan merupakan usaha individu mempertahankan kelekatan fisik dan kelekatan emosionalnya terhadap ibu atau pengasuhnya.

Sementara Ainsworth menjelaskan bahwa keterikatan adalah sebuah ikatan emosional yang dibentuk seorang individu dengan individu lain yang bersifat mengikat terus menurus.

Keterikatan juga dapat diartikan sebagai tingkah laku yang khusus pada seorang individu. Di mana individu memiliki kecenderungan untuk mencari keterikatan dengan orang lain serta mencari kepuasan dalam hubungan orang tersebut.

Jenis-Jenis Keterikatan

Menurut Bowlby & Ainsworth keterikatan dibagi menjadi 2, yaitu:

1. Keterikatan secure

Keterikatan secure adalah perasaan aman dalam hubungan. Individu yang mendapatkan keterikatan ini akan mampu membangun hubungan dekat dengan orang lain, optimis, serta lebih percaya diri.

2. Keterikatan insecure

Dalam keterikatan ini, individu tidak mendapatkan perhatian serta kenyamanan dari individu lainnya sehingga membuatnya merasa tidak nyaman dalam hubungan sosial.

Selain itu, individu akan cenderung menarik diri dari kelompok, serta mempunyai emosi yang berlebihan sehingga akan mengurangi rasa ketergantungan terhadap orang lain.

Faktor-Faktor Keterikatan

Ada beberapa faktor yang memengaruhi keterikatan individu dengan individu lainnya, antara lain:

1. Adanya rasa puas

Rasa puas ini salah satunya dapat muncul ketika individu membutuhkan sesuatu, individu lain di sekitarnya hadir untuk menemani dan memenuhi kebutuhannya tersebut.

2. Respon atas kesamaan yang dimiliki

Contohnya ketika seorang remaja yang menjadi penggemar drama korea, remaja lain merespon suka drama korea juga sehingga terjadi respon timbal balik. Alhasil, remaja-remaja ini dapat membangun suatu keterikatan baru.

3. Sering terjadinya interaksi

Terjadinya interaksi antar individu secara berulang dapat memunculkan terjadinya suatu keterikatan.

Misalnya sekelompok remaja yang berada di kelas yang sama, akan selalu bertemu serta ada pada saat dibutuhkan. Mereka akan saling mendengar cerita satu sama lain hingga dapat membangun keterikatan emosional antar remaja tersebut.

Demikian penjelasan mengenai pengertian teori keterikatan, jenis dan faktor-faktornya. (ARH)