Teori Psikoanalisis Menurut Sigmund Freud yang Penting Dipahami

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teori psikoanalisis merupakan salah satu cabang ilmu yang dikembangkan oleh Sigmund Freud. Di mana hal ini menjelaskan tentang hakikat dan perkembangan kepribadian manusia.
Selain itu, Freud juga berpendapat bahwa kepribadian manusia berkembang karena pengalaman yang dialaminya. Dalam teori ini, kepribadian juga dibagi menjadi tiga. Berikut penjelasannya!
Teori Psikoanalisis Sigmund Freud
Teori psikoanalisis adalah sebuah teori yang dikembangkan oleh Sigmund Freud. Ia berusaha menjelaskan tentang hakikat dan perkembangan kepribadian manusia.
Dilansir dari artikel Psikoanalisis Sigmund Freud dan Implikasinya dalam Pendidikan, unsur yang diutamakan dalam teori ini adalah motivasi, emosi, dan aspek internal lainnya.
Teori ini juga mengasumsikan bahwa kepribadian seseorang dapat berkembang karena konflik yang terjadi, serta pengalaman yang pernah ia rasakan di masa lampau.
Dalam teori psikoanalisis, ada banyak sekali hal yang dibahas, seperti mekanisme, dinamika, struktur, dan perkembangannya. Berikut ini penjelasan tentang seluruhnya.
1. Kepribadian
Menurut Freud, kehidupan jiwa seseorang memiliki tiga tingkat kesadaran, yakni conscious, preconscious, dan unconscious. Lalu pada tahun 1920, Freud kembali mengenalkan tiga model lain, yakni Es (the Id), Das Ich (the Ego), dan Das Uber Ich (the Super Ego).
Ketiga model baru bukan dijadikan sebagai pengganti struktur lama, tetapi hanya untuk melengkapi gambaran mental, terutama di bagian fungsi dan tujuan.
2. Dinamika Kepribadian
Freud juga berpendapat bahwa dinamika kepribadian adalah cara energi psikis seseorang didistribusi dan dipergunakan oleh Das Es, Das Ich, dan Das Uber Ich.
Selain itu, setiap energi yang ada pada manusia berasal dari sumber yang sama, yakni makanan yang telah dikonsumsi.
3. Fase Perkembangan Kepribadian
Freud juga mengungkapkan bahwa kepribadian individu terbentuk pada akhir tahun kelima, sedangkan perkembangan selanjutnya hanyalah penghalusan struktur dasar.
Berikut ini fase perkembangan kepribadian yang dijelaskan oleh Sigmund Freud:
Fase oral (oral stage) dari usia 0-1 tahun
Fase anal (anal stage) dari usia 1-3 tahun
Fase falik (phallic stage) dari usia 3-5 tahun
Fase laten (latency stage) dari 5-12 tahun
Fase genital (genital stage) dari usia 12 tahun hingga dewasa
4. Mekanisme
Terakhir adalah mekanisme pertahanan ego. Menurut Freud, mekanisme terbagi menjadi 7. Berikut penjelasannya:
Represi
Sublimasi
Proyeksi
Displacement
Rasionalisasi
Pembentukan reaksi
Regresi (RN)
