Victim Blaming: Pengertian, Penyebab, dan Dampak Bagi Korban

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Victim blaming adalah suatu kondisi ketika korban kejahatan justru disalahkan oleh keadaan yang menimpa dirinya. Hal itu membuat seorang korban harus bertanggung jawab terhadap tindakan yang bukan menjadi salahnya.
Hal ini juga diutarakan oleh Afredo, Khoerunnisa, dan Fitriani dalam Persepsi Mahasiswa Tangerang Mengenai Victim Blaming Dalam Pelecehan Seksual, bahwa victim blaming adalah fenomena menyelahkan korban kekerasan maupun pelecehan seksual.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai apa itu victim blaming, simak selengkapnya di artikel berikut.
Apa itu Victim Blaming?
Victim blaming adalah fenomena menyalahkan korban kejahatan meskipun sebenarnya bukan termasuk tanggung jawabnya. Fenomena ini banyak ditemukan pada kasus kekerasan maupun pelecehan seksual.
Dalam kasus pelecehan maupun kekerasan seksual, korban justru kerap ditudung mengundang pelaku untuk melakukan tindakan kejahatan. Hal itu biasanya menyalahkan korban karena sering keluar malam atau pakaian yang dikenakannya.
Adanya fenomena ini justru menghambat para penyintas kekerasan seksual untuk memperoleh keadilan. Sebab, korban tentu akan merasa takut apabila masyarakat justru malah menyalahkannya.
Penyebab Victim Blaming
Pada dasarnya, penyebab victim blaming adalah karena adanya budaya patriarki yang masih mengakar dalam suatu masyarakat. Bahkan, di Indonesia juga masih banyak dijumpai kasus-kasus serupa.
Selain budaya patriarki, banyak pula masyarakat yang justru memaklumi tindakan maupun reaksi seorang pelaku kekerasan maupun pelecehan seksual. Hal inilah yang membuat banyak korban kekerasan seksual justru takut untuk speak up.
Dampak Victim Blaming
Terjadinya fenomena victim blaming umumnya memberikan dampak tertentu bagi korban. Adapun beberapa dampak victim blaming, antara lain:
Membuat korban justru menyalahkan dirinya sendiri.
Membuat korban merasa depresi maupun cemas.
Menimbulkan rasa trauma bagi korban.
Adanya anggapan bahwa suatu kejadian tersebut adalah aib sehingga harus ditutupi.
Korban menjadi tidak mempunyai keberanian untuk melaporkan suatu kejadian. Karena masyarakat sering menganggapnya sebagai hal negatif.
Muncul keinginan untuk bunuh diri.
Cara Menghentikan Victim Blaming
Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk menghentikan victim blaming, antara lain:
Mencoba percaya kepada korban kekerasan seksual.
Mengatakan bahwa peristiwa yang terjadi bukan salah korban.
Mengawasi pelaku.
Mengajak orang-orang di sekitar untuk mendukung korban.
Demikian informasi mengenai apa itu victim blaming, penyebab, hingga cara menghentikannya. [ENF]
