Konten dari Pengguna

10 Kemenangan Terbaik Mike Tyson

Info Sport

Info Sport

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Sport tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mike Tyson, ketika berhasil mengalahkan Frank Bruno pada 1996 silam.  Foto: AFP/Mike Nelson
zoom-in-whitePerbesar
Mike Tyson, ketika berhasil mengalahkan Frank Bruno pada 1996 silam. Foto: AFP/Mike Nelson

Mike Tyson pada 30 Juni mendatang akan berulang tahun ke-54. Karier petinju kelahiran New York ini memang juga sudah selesai pada 2005 silam.

Meski begitu , ia tetap merupakan sosok yang populer. Baik di dalam dunia tinju, ataupun di luar dunia tinju.

Kisah masa kecilnya bersama pelatih tinju Cus D'Amato, naiknya ia ke belantika pertarungan kelas berat, gigitannya ke telinga Evander Holyfield ataupun kisahnya yang masuk Islam di penjara sudah jadi konsumsi masyarakat umum. Pendeknya, ia jadi sosok petinju paling terkenal selama kariernya dari 1985 hingga 2005.

Bahkan kekalahannya juga jadi legendaris. Kekalahannya dari Buster Douglas di tahun 1990 dan Lennox Lewis pada 2002 jadi dua dari enam kekalahannya yang patut disorot, selain dua laga kontroversialnya lawan Holyfield.

Ia memiliki gaya bertinju yang unik selama kariernya, dengan gaya peek-a-boo yang diajarkan oleh D'Amato sendiri. Gaya bertarung Tyson sendiri persis gaya dari legenda kelas berat Floyd Patterson yang juga murid D'Amato.

Dengan gaya bertarung yang tak lazim untuk kelas berat inilah, ia berhasil mengumpulkan 50 kemenangan dari 56 pertandingan. Dari jumlah tersebut, 44 di antaranya diraih lewat jalan knock out, acap kali di ronde pertama hingga banyak orang yang menganggap pertarungannya membosankan.

Sosok bertinggi 178 sentimeter ini juga terkenal sebagai pribadi yang unik di luar ring tinju. Menurut Insider, 'Iron Mike' sendiri pernah hampir baku hantam dengan megabintang NBA, Michael Jordan, di acara ulang tahun salah satu atlet dari tim american football Chicago Bears pada 1988 silam.

embed from external kumparan

Selain itu, ia sering kali tampil di acara yang tak lazim untuk ukuran petinju. Tyson tercatat dua kali jadi bintang tamu di film layar lebar, The Hangover part II dan Ip Man 3.

Oleh karena itu, Mike Tyson patut jadi petinju yang dikenang. Berikut, sebagai ucapan ulang tahun, adalah 10 kemenangan terbaik dari Mike Tyson, sperti dikutip dari Give Me Sport.

Tyson vs. Henry Tillman

Tahun 1990 tak diawali dengan baik oleh Tyson. Kekalahannya lawan Buster Douglas di Tokyo jadi 'pukulan' telak bagi publikasinya.

Empat bulan setelah kekalahannya melawan Douglas, Tyson lalu mengkanvaskan petinju journeyman Henry Tillman. Tillman, yang punya medali emas Olimpiade Los Angeles enam tahun sebelumnya, tak bisa berkutik melawan Tyson.

Seperti 'biasa', Tillman jadi lawan ke-sekian yang rontok oleh Tyson di ronde pertama. Pertandingan bertajuk 'The Road Back' tersebut akhirnya jadi pembuktian kalau Tyson belum habis.

Tyson vs. Tony Tubbs

Pertarungan pertama Tyson di luar Amerika Serikat ini juga jadi pertarungan yang patut dikenang. Pasalnya, ia pada saat itu baru berusia 21 tahun.

Pada 1988, ia menggebrak Tokyo Dome dengan penampilannya yang eksplosif. Tyson berhasil mengalahkan Tony tubbs via KO di ronde kedua , dengan hook kiri yang jadi ciri khasnya.

Tubbs sendiri bisa memukul balik Tyson di ronde awal. Namun, petinju berjuluk 'TNT' tersebut kurang beruntuk dan akhirnya jadi korban dari sang 'Iron Mike' yang nantinya turun di laga pertarungan gelar melawan Michael Spinks, di tahun yang sama.

Tyson vs. Frank Bruno I

Laga pertama Tyson jadi juara dunia linier kelas berat tentu jadi laga yang patut diingat. Lawannya pun tak main-main, petinju Inggris Frank Bruno, yang hingga saat itu punya rekor 31 kali KO dari 32 kemenangannya.

Belum lagi, Bruno dijuluki sebagai 'juaranya rakyat'. Meski begitu, petinju kelahiran London ini tak bisa merebut sabuk juara dari Tyson.

Pertarungan yang terjadi pada Februari 1989 silam tersebut akhirnya tetap jadi milik Tyson. Ia berhasil mengurung Bruno di laga tersebut, hingga wasit memutuskan untuk menghentikan pertarungan tersebut.

Tyson vs. Marvis Frazier

Kemenangan Tyson kali ini jadi kemenangannya yang paling cepat sepanjang dua dekade kariernya. Lawannya kali itu adalah Marvis Frazier, anak dari legenda tinju kelas berat 'Smokin' Joe Frazier.

Marvis sebetulnya merupakan petinju yang berbakat seperti sang ayah. Bahkan, petinju berjuluk 'Little Smoke' ini hanya kalah melawan legenda tinju Larry Holmes dan sedang punya enam rangkaian kemenangan, hingga saat itu.

Naasnya, ia bertarung tidak dengan 'gaya' yang mengantarkannya sukses sebagai petinju amatir. Tyson, yang pada saat itu masih berusia 20 tahun, tanpa ampun mengirim Frazier ke kanvas hanya dalam waktu 15 detik.

Tyson vs. Tyrell Biggs

Biggs punya medali emas di kelas Berat Super pada Olimpiade Los Angeles 1984. Tingginya yang mencapai 196 sentimeter dan IQ tinju-nya diharapkan akan jadi batu sandungan Tyson.

Meski begitu, Tyson yang hanya bertinggi 178 sentimeter terus mengurung lawannya yang lebih besar, cepat, dan lincah. Kombinasi pukulannya, ditambah teknik bertarungnya yang brilian akhirnya membuat sang lawan harus dihentikan pada ronde ketujuh.

Pertarungan di tahun 1987 ini jadi laga yang membuka pertarungannya melawan Larry Holmes.

Tyson vs. Larry Holmes

Laga yang terjadi pada tahun 1988 ini lebih dikenal sebagai laga 'balas dendam' Tyson terhadap kekalahan dari sang idola, Muhammad Ali, delapan tahun sebelumnya.

Seperti yang diketahui, Larry Holmes merupakan petarung legendaris dengan jab kiri miliknya yang mematikan. Namun pada 1988, ia sudah berusia 38 tahun dan tidak sekuat dulu, terlebih ia sempat pensiun dari dunia tinju setelah kalah dua kali melawan Michael Spinks.

Pertarungan ini diakhiri dengan kemeanangan TKO Tyson di ronde ketujuh.

Tyson vs Frank Bruno II.

Laga ulangnya melawan Bruno punya banyak latar belakang. Laga ini hanya jadi laga ketiga Tyson setelah ia tak bertinju selama empat tahun setelah dipenjara.

Lawannya pun, tentu tak main-main.Meski begitu, performa Tyson tetap cemerlang.

Ia akhirnya kembali membabat habis Bruno hingga ia berhasil menang TKO di ronde ketiga untuk merebut sabuk gelar kelas berat WBC. Pertandingan ini membuktikan kalau Tyson belum habis.

Tyson vs. Tony Tucker.

Laga ini akan selalu dikenang jadi salah satu laga paling berat yang pernah dihadapi oleh Tyson. Pasalnya, pertarungan ini tidak ia menangkan dengan KO.

Tony Tucker jadi lawannya kali itu. Petinju berjuluk 'TNT' tersebut merupakan pertarung yang berbakat dan ia juga jadi pemegang sabuk kelas berat IBF.

Tyson sendiri tak biasanya harus bertarung hingga 12 ronde penuh. Namun ia membuktikan kalau stamina yang ia miliki serta kemampuannya bertahan melawan pukulan dari Tucker, yang punya jangkauan sekitar 205 sentimeter, jadi kunci kemenangannya kali itu.

Tyson vs Trevor Berbick.

Laga yang berlangsung pada tahun 1986 ini adalah laga di mana Tyson jadi juara dunia kelas berat termuda dalam sejarah. Rekor ini belum terpecahkan hingga sekarang.

Di usianya yang baru menginjak awal kepala dua, ia berhasil merontokkan Trevor Berbick untuk merebut gelar WBC. Dengan pertarungan itu, ia membuktikan pada dunia kalau ia merupakan petarung paling menarik yang pernah dunia tinju lihat.

Tyson vs Michael Spinks.

Pertarungan ini jadi momen di mana orang-orang tahu siapa itu Mike Tyson. Di laga yang berlangsung pada tahun 1988 ini, Tyson berhasil mengalahkan Michael Spinks.

Spinks sendiri bukan petarung kacangan. Kakaknya, Leon, pernah mengalahkan Muhammad Ali sebagai petinju kelas berat 10 tahun sebelumnya, dan ia sendiri punya rekor tak terkalahkan dalam 31 pertandingan, dengan 21 kemenangan KO.

Meski begitu, ia bukan lawan yang sebanding dengan Tyson. Tyson sendiri hanya butuh 91 detik saja untuk merebut gelar juara kelas berat linier dan The Ring milik petinju berjuluk 'Jinx' tersebut.

Laga tersebut juga jadi laga termahal tinju hingga saat itu, dengan bayaran sebesar 1,13 triliun rupiah.

Tentu masih banyak pertarungan dari Mike Tyson yang bisa diulas. Meski begitu, 10 kemenangan terbaik dari sang 'Iron Mike' menjadikan namanya abadi sebagai salah satu petinju terbaik yang pernah bertarung sebagai petinju kelas berat.