Fase Topang Ganda Jalan Cepat, Begini Gerakannya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Info Sport tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fase topang ganda jalan cepat merupakan olahraga ringan yang cukup mudah dilakukan. Meskipun terlihat sederhana, tetapi nyatanya olahraga ini menyimpan beragam manfaat.
Semasa sekolah, kita mungkin pernah mendapatkan materi jalan cepat saat mata pelajaran olahraga. Tujuan dari pembelajaran tersebut adalah untuk mengembangkan berbagai pola gerak dasar berjalan.
Pada praktiknya, saat melakukan jalan cepat, lutut harus lurus dan tidak bengkok. Kemudian, posisi tumpuan kaki dalam keadaan tegak lurus.
Kamu bisa melakukan olahraga ini kapan dan di mana saja. Olahraga ini juga cocok dilakukan saat hari libur atau setelah pulang bekerja dan sekolah. Kamu hanya perlu melakukan langkah kaki yang lebih cepat dari berjalan biasa.
Selain itu, jalan cepat masuk dalam cabang olahraga resmi yang dipertandingkan. Olahraga ini masuk dalam salah satu cabang olahraga atletik di bawah naungan induk organisasi atletik dunia.
Bahkan, fase topang ganda jalan cepat menjadi cabang olahraga atletik yang dilombakan pada Olimpiade. Kategori putra dengan jarak 20 hingga 50 kilometer, sedangkan putri jarak 10 kilometer.
Fase Topang Ganda Jalan Cepat
Bagaimana gerak spesifik fase topang ganda pada jalan cepat adalah melalui prinsip kaki topang depan mendarat dengan tumit, kemudian kaki belakang terangkat dari tanah. Berikut ini adalah tahapan gerakan topang ganda:
Kaki depan mendarat secara lembut menggunakan tumit kaki.
Tumit kaki belakang diangkat dari tanah.
Kedua lengan diayunkan bergantian.
Fase ini dilakukan dengan pendaratan pertama kaki depan pada tumit, dan kemudian tumit belakang terangkat.
Gerakan Topang Depan Jalan Cepat
Pada teknik topang tunggal depan, posisi dari kaki topang diluruskan agar dapat menumpu badan dengan kuat. Berikut ini adalah tahap melakukan teknik topang depan:
Penempatan kaki depan dengan gerak penyiapan ke belakang,
Gerakan fase penyiapan sesingkat mungkin.
Lutut tungkai depan lurus.
Tungkai kaki ayun melewati tungkai topang depan dengan posisi lutut dan tungkai bawah kaki yang dipertahankan tetap rendah.
Teknik Dasar Jalan Cepat
Saat melakukan gerakan topang depan pada jalan cepat adalah:
1. Teknik Permulaan
Permulaan diawali dengan sikap start berdiri dan menunggu aba-aba ‘bersedia'
Peserta menempatkan kaki kiri di belakang garis start, sedang kaki kanan di samping belakang kaki kiri, dengan badan agak condong ke depan dan kedua lengan rileks.
Pada aba-aba ‘ya’, peserta segera melangkah ke depan dengan gerakan jalan cepat.
2. Teknik Langkah
Langkah ini tentunya dilakukan dengan gerakan yang cepat. Untuk menghasilkan power yang kuat, kamu bisa mengangkat paha kaki dan ayun ke depan lutut. Secara otomatis, tungkai bawah ikut terayun ke depan dan lutut lurus.
Tumit terlebih dahulu menyentuh tanah, bersamaan dengan mengangkatnya. Selanjutnya, ujung kaki tumpu lepas dari tanah, lalu secara bergantian ayunkan kaki. Sehingga, salah satu kaki tidak ada yang melayang.
3. Condong Tubuh
Posisi tubuh harus condong ke depan untuk menghasilkan gerakan yang cepat, mulai dari kepala, dada, pinggang, hingga tungkai bawah.
4. Ayunan Lengan
Tekuk siku depan hingga 90 derajat. Saat mengayunkan lengan kiri ke depan, pastikan sambil mengangkat paha dan kaki kanan. Koordinasikan keduanya hingga membentuk gerak ayunan.
5. Teknik Akhiran (Finish)
Peserta yang sudah melewati garis finish dianggap sudah selesai dalam perlombaan. Tidak ada gerakan khusus saat menuju finish, hanya saja kecepatan yang digunakan bisa dipercepat saat akan sampai di garis.
Itulah penjelasan mengenai fase topang depan jalan cepat. Gerakan tersebut perlu dikuasai agar tidak salah ketika melakukan olahraga ini.
(ANH)
