Felipe Massa Buka-Bukaan soal Kenapa Vettel Tak Bisa Jadi Juara di Ferrari

Tulisan dari Info Sport tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Eks pebalap Scuderia Ferrari, Felipe Massa, mengatakan bahwa kegagalan Ferrari menjadi juara Formula 1 baru-baru ini tak semuanya salah Sebastian Vettel. Baginya, Vettel cuma salah satu contoh pebalap kenamaan yang gagal juara bersama tim Kuda Jingkrak tersebut.
Vettel sukses menjadi juara dunia empat kali, masing-masing pada tahun 2010, 2011, 2012, dan 2013. Meski begitu, tak satu pun gelar tersebut ia raih bersama Ferrari. Keempatnya ia gapai bersama Red Bull.
Ferrari kepincut dengan Vettel berkat pencapaian tersebut. Maka, pada 2015, Ferrari resmi menjadikan Vettel pebalap mereka.
Ia datang ke Maranello--markas Ferrari-- untuk mengembalikan kejayaan dari Ferrari yang lama tak juara, sembari meniru pencapaian sang idola Michael Schumacher.
Meski mampu memenangi 14 balapan, pembalap bernomor 5 ini belum beruntung. Kesempatan terdekatnya meraih gelar juara ada pada musim 2017 dan 2018, tetapi selalu finis di belakang Lewis Hamilton pada klasemen akhir.
Kendatipun begitu, Massa mengatakan bahwa karier Vettel di Ferrari tak bisa dibilang sebuah kegagalan. Menurut pria yang pernah dikalahkan oleh Hamilton pada musim 2008 ini, mobil Ferrari akhir-akhir ini bukanlah mobil mereka yang terbaik.
"Anda tak boleh melupakan fakta bahwa Ferrari terakhir menang sebagai konstruktor pada 2008. Jadi, itu benar bahwa banyak pebalap bagus di tim ini tapi tak bisa menang, seperti saya yang setelah musim 2008 tak bisa bersaing jadi juara," ujar pria asal Brasil tersebut di Sky Sports F1 Vodcast edisi terbaru.
"Semua pebalap yang pernah membela tim tersebut setelah itu, seperti Sebastian, Kimi (Raikkonen), tidak dapat memenangi kejuaraan. Alasannya adalah karena tim tersebut tidak benar-benar sempurna untuk jadi juara pada masing-masing musim tersebut. Jadi, itu tak sepenuhnya salah Seb," tambah pebalap 39 tahun tersebut.
Massa lalu berkomentar mengenai masa depan eks timnya tersebut bersama pengganti Vettel, Carlos Sainz Jr. Ia sebetulnya sedikit terkejut dengan keputusan tersebut, tapi ia percaya bahwa itu keputusan yang terbaik bagi Ferrari.
"Saya cuma bisa bilang kalau saya juga berekspektasi Daniel Ricciardo ke Ferrari, karena semuanya berpikir seperti itu. Namun, saya menghormati keputusan dari Mattia (Binotto) dan tim untuk memilih Carlos, lagipula ia menunjukkan bahwa ia pebalap bertalenta," tutur Massa seperti dilansir Crash.
"Pada tahun pertamanya di F1, ia dan Verstappen dapat bersaing satu sama lain. Ia jelas punya talenta dan ia juga pekerja keras, belum lagi ia berkembang dengan sangat baik dalam kariernya. Ia punya kemampuan untuk memberikan apa yang tim Ferrari mau," pungkas pebalap dengan 12 kemenangan F1 tersebut.
