Konten dari Pengguna

Gaya Tolak Peluru yang Menyamping Sudut Lemparan

Info Sport

Info Sport

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Sport tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gaya tolak peluru menyamping (Sumber: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Gaya tolak peluru menyamping (Sumber: Pixabay)

Gaya tolak peluru di mana awalan menyamping sudut lemparan dinamakan dengan ortodoks. Tolak peluru merupakan salah satu cabang olahraga atletik.

Tolak peluru dilakukan dengan gaya mendorong atau menolak terhadap sebuah peluru atau bola dari logam sejauh mungkin dengan menggunakan teknik tertentu.

Berbeda dengan olahraga cabang lempar lainnya, tolak peluru dapat dilakukan di lapangan indoor atau outdoor. Meski terlihat cukup mudah, namun olahraga atletik ini tidak dapat dilakukan sembarangan. Jadi, kamu mesti mempelajari teknik-tekniknya. Berikut adalah penjelasan gaya dalam tolak peluru di mana awalan menyamping sudut lemparan dinamakan apa.

Gaya Tolak Peluru dengan Awalan Menyamping

Pada olahraga tolak peluru, ada dua gaya utama yang kerap digunakan, yakni gaya ortodoks (gaya lama) dan gaya O'Brian (gaya baru).

Jika dilihat berdasarkan sikap saat melakukan tolakan atau lemparan Ortodoks dilakukan dengan posisi badan menyamping sedangkan O’Brain dilakukan dengan membelakangi sasaran.

Hanya ada dua tipe menolak peluru, jenis yang lain merupakan variasi atau perkembangan dari dua gerakan utama tersebut. Nama tersebut diambil berdasarkan dari posisi badan saat akan melakukan tolakan peluru ke arah sasaran.

Teknik Tolak Peluru

Mengutip buku Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan oleh Sumaryoto dan Soni Nopembri (2017: 120), ada dua macam gaya dalam tolak peluru, berikut cara melakukannya:

1. Gaya Menyamping

Gaya tolak peluru menyamping. (Sumber: Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan)
  • Mengawali dengan sikap permulaan, arah sasaran dengan bahu kiri menghadap ke samping.

  • Kedua kaki dibuka selebar bahu.

  • Tangan kanan memegang peluru dan menempelkannya antara tulang rahang dan selangka siku yang mengarah ke samping bawah dan lengan kiri mengimbanginya dalam posisi yang wajar.

  • Lalu, dilanjutkan dengan gerakan tolakan. Kaki kiri diayunkan lurus ke samping kiri, bersamaan dengan menjingkrakkan kaki kanan.

  • Gerakan jingkrak dilakukan serendah-rendahnya, segaris dengan arah tolakan dan mendarat dengan kaki kanan terlebih dahulu setelah kaki kiri mendarat dengan cepat dan kuat.

  • Tekukan lutut kaki kanan diluruskan, kemudian disertai sedikit putaran badan ke arah kiri. Berat badan dipindahkan ke kaki kiri yang masih sedikit ditekuk. Tangan kanan diluruskan ke arah tolakan. Lalu, peluru dilepaskan dan dibantu dengan kekuatan lemparan pergelangan dan jari-jari tangan.

  • Gaya diakhiri dengan melangkahkan kaki kanan dengan pendek, sementara kaki kiri diayunkan ke belakang untuk menjaga keseimbangan lengan kanan. Tolakan mengarah ke depan atas.

2. Gaya Membelakangi atau O’Brian

Gaya tolak peluru membelakangi (Sumber: Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan)
  • Diawali dengan sikap permulaan. Ambil awalan dengan membelakangi arah tolakan.

  • Bungkukkan tubuh ke depan dengan kaki kanan dengan lutut ditekuk dijadikan sebagai tumpuan. Lalu, kaki kiri diangkat lurus menuju tolakan.

  • Menolak peluru dengan menarik kaki kanan ke belakang (ke arah tolakan) dengan cepat.

  • Kenakan kaki kiri pada papan tolakan dengan badan tetap membungkuk dan tangan kiri diluruskan ke atas dengan rileks dan pandangan ke arah bawah.

  • Tekukkan kaki kanan untuk berjingkrak rendah ke belakang dan disertai ayunan sepakan kaki kiri jauh ke belakang.

  • Setelah berjingkrak, disusul dengan kaki kiri. Kemudian, tubuh berputar ke kiri serong ke atas. Lalu, berat badan dipindahkan ke kaki kiri yang masih ditekuk tangan kanan diarahkan ke sudut tolakan.

  • Lepaskan peluru.

  • Akhiri gaya dengan mengangkat kaki kanan pendek ke depan dan kaki kiri diayunkan ke belakang untuk menjaga keseimbangan.

Itulah penjelasan mengenai gaya tolak peluru yang diawali dengan menyamping sudut lemparan.

(ANH)