Hidup Eks Pebasket Bengal NBA Ini Hancur Usai Digugat Mantan Pacar Rp 2,8 T

Tulisan dari Info Sport tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Latrell Sprewell merupakan nama yang cukup familiar di NBA pada 1990-an. Akan tetapi, tingkah lakunya di luar lapangan justru lebih sering jadi sorotan ketimbang prestasinya.
Aksinya di luar lapangan bahkan sampai membuatnya kehilangan 68 pertandingan akibat hukuman. Padahal, Sprewell sempat mendapat pujian kala bermain dengan apik di Alabama yang berujung kepada diboyongnya ke Golden State Warriors pada 1992.
Bersama Chris Mullin dan Tim Hardaway, dia mengeluarkan permainan terbaiknya. Sprewell rata-rata mengumpulkan 15,4 poin dan masuk ke dalam Tim Kedua All-Rookie.
Pada musim keduanya, rata-ratanya meningkat menjadi 21 poin. Bersamaan dengan itu, Sprewell masuk tim All-Star pada 1994, 1995, dan 1997. Sprewell rata-rata mencetak 20,1 poin per game dalam kariernya selama enam tahun.
Setelah enam tahun mengabdi bersama Golden State Warriors, Sprewell berganti kostum ke New York Knicks. Selama lima tahun di Knicks, Sprewell rata-rata mencetak 17,9 poin per game dan membuat satu penampilan All-Star Game pada 2001.
Klub berikutnya yang dia bela ialah Minnesota Timberwolves. Karier Sprewell bersama Wolves ditandai dengan keberhasilannya mencapai Final Wilayah Barat, tetapi kalah dari Los Angeles
Lakers. Sprewell rata-rata mencetak 16,8 poin pada musim tersebut dan 12,8 pada tahun berikutnya, yang menjadi poin terakhirnya di NBA.
Diwartakan Sportscasting, karier Sprewell sempat goyang karena kisruh dengan sang pelatih kepala Warriors, PJ Carlesimo. Sprewell menyerang pelatih kepalanya dan mencengkeram lehernya usai diteriaki oleh pelatihnya.
Sprewell bahkan sempat menyeret Carlesimo sebelum dipisahkan oleh oleh rekan satu timnya. Akan tetapi, 20 menit kemudian, Sprewell yang masih belum tenang, sekali lagi menyerang Carlesimo dengan cara meninju wajahnya.
Akibat insiden tersebut, Sprewell mendapatkan sanksi berupa larangan tampil selama sisa musim, yakni 68 pertandingan dan tidak mendapatkan bayaran dari klub. Selain itu, Warriors membatalkan sisa kontrak tiga tahun senilai USD 23,7 juta (335 miliar rupiah).
Setelah mendapatkan kesempatan kedua di liga bersama New York Knicks, mantan pemain yang kini berusia 50 tahun itu bergabung dengan Minnesota Timberwolves pada 2003.
Menjelang musim 2004/2005, dia ditawari perpanjangan kontrak selama tiga tahun senilai USD 21 juta(297 miliar rupiah). Sprewell dengan cepat menolaknya dengan penjelasan paling konyol.
“Mengapa saya ingin membantu mereka memenangi gelar? Mereka tidak melakukan apa pun untuk saya. Saya berisiko. Saya punya banyak risiko di sini. Saya meminta keluarga saya untuk memberi makan," ujar pemain kelahiran Milwaukee itu.
Berkat komentarnya, tidak ada lagi klub yang berminat untuk meminang sang pemain. Ucapannya itu membuat marah para penggemar dan menimbulkan kegaduhan.
Untungnya, Sprewell pensiun dengan tabungan USD 97 juta atau setara 1,3 triliun rupiah. Sayangnya, semuanya hilang hanya tiga tahun kemudian.
Hal tersebut disebabkan oleh gugatan sebesar USD 200 juta (RP 2,8 trilun) oleh mantan pacarnya. Setelah dinyatakan kalah di pengadilan, rumah Sprewell pun disita dan kapal pesiarnya diambil alih guna memenuhi gugatan tersebut.
Hidupnya semakin hancur usai gagal membayar kredit jangka panjang sebesar USD 1,5 juta (21 miliar rupiah) dan negara bagian Wisconsin mengejarnya dengan lebih dari USD 3 juta (42 miliar rupiah) untuk urusan pajak.
