Konten dari Pengguna

Jumlah Wasit dalam Permainan Bola Basket

Info Sport

Info Sport

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Sport tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

wasit dalam permainan bola basket (Sumber: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
wasit dalam permainan bola basket (Sumber: Pixabay)

Jumlah wasit dalam permainan bola basket adalah satu orang wasit (referee), sedangkan dua orang lainnya adalah umpire.

Mereka harus bekerja sama memimpin jalannya pertandingan agar sesuai aturan resmi FIBA (Federation Internationale de Basketball). Kerja sama wasit dan 2 umpire ini membuat pertandingan seperti dipimpin oleh 3 wasit.

Berdasarkan peraturan, umpire bertugas untuk mengawasi pemain dan melakukan pencatatan foul (pelanggaran), kemudian memberi tahu wasit foul yang dilakukan seorang pemain telah terjadi sebanyak tiga kali berturut-turut.

Umpire memiliki wewenang untuk mengeluarkan pemain sesuai aturan foul. Berikut ini adalah komposisi wasit bola basket:

  1. Seorang wasit pertama (referee)

  2. Seorang wasit kedua (umpire)

  3. Seorang pencatat (scorer)

Jumlah Wasit dalam Permainan Bola Basket dan Tugasnya

Wasit dalam Permainan Basket (Sumber: Pixabay)

1. Wasit Utama (Referee)

Wasit utama atau sering disebut sebagai wasit 1 adalah pengadil yang memiliki peran dan wewenang mutlak. Tugas wasit bola basket ini adalah sebagai berikut:

  1. Sebelum berjalannya pertandingan sang wasit wajib memeriksa sarana dan prasarana pertandingan, kemudian mengawali pemanasan dan tos.

  2. Berhak untuk menentukan sikap setiap pelanggaran yang terjadi, yang umumnya tidak terlihat secara jelas seperti block foul, charge, travelling, dll.

  3. Memberikan sanksi technical foul dan jenis foul lainnya yang sifatnya berlebihan atau dapat mengganggu pertandingan, wasit utama juga bisa mengeluarkan pemain atau staf selama pertandingan.

  4. Setelah pertandingan selesai, wasit utama wajib untuk mendatangi score sheet untuk mengecek kesesuaiannya. Kemudian, menuju ke ruang wasit setelahnya

2. Wasit Kedua (Umpire)

Tugas wasit kedua juga tak kalah penting untuk membuat jalannya pertandingan menjadi sukses hingga akhir.

Berbeda dengan wasit utama yang memiliki peran lebih krusial, wasit kedua atau umpire lebih banyak berperan untuk membantu wasit utama, terutama dalam hal detail selama pertandingan.

Berikut ini adalah tugas dan wewenang wasit kedua (umpire) dalam pertandingan bola basket:

  1. Mengawasi tiap pemain dan anggota tim selama pertandingan berlangsung. Pengawasan ini melingkupi posisi pemain utama selama pertandingan, posisi pemain cadangan, staf, pelatih, dan yang lainnya. Umpire bertugas untuk menjaga pertandingan tetap kondusif dengan memperhatikan posisi sesuai dengan aturan yang berlaku.

  2. Menghitung dan memastikan kuota atau slot dari time out masing-masing tim masih ada ketika mereka ingin menggunakannya pada momen-momen tertentu.

  3. Membantu wasit 1 dalam menentukan pelanggaran atau tidaknya suatu kejadian, wasit umpire berhak memberikan pandangan yang kemudian diputuskan oleh wasit utama (referee).

  4. Menjaga kondisi lapangan, ketika lapangan terasa licin atau basah, umpire berhak meminta tim teknis untuk mengeringkan lapangan demi mencegah pemain tergelincir atau cedera.

Klasifikasi Wasit Bola Basket

Wasit bola basket di Indonesia ditentukan oleh pengurus besar persatuan bola basket seluruh Indonesia (PB PERBASI) dan dibantu oleh Komisi Wasit.

Hak komisi wasit adalah menata, mengangkat, dan memberhentikan wasit dari tingkat C hingga A. Kemudian, mengusulkan wasit untuk mengikuti penataran atau ujian wasit bola basket internasional.

Wasit Bola Basket (Sumber: Perbasi)

Mengutip dari laman Perbasi, berikut ini adalah klasifikasi wasit Perbasi:

1. Wasit Anggota (Lisensi C)

Wasit Lisensi C merupakan wasit yang dibina oleh Pengurus Kota (Pengkot) atau Pengurus Kabupaten (Pengkab) Perbasi.

Lisensi C dapat diperoleh berdasarkan hasil ujian dan usulan Komisi Wasit Pengkot/Pengkab. Wasit berlisensi C berhak untuk memimpin pertandingan bola basket dalam lingkungan pengkot/pengkab terkait.

2. Wasit Daerah (Lisensi B2)

Wasit Lisensi B2 adalah wasit yang dibina oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) Perbasi. Lisensi B2 diperoleh setelah lulus ujian kenaikan lisensi dan persyaratan lainnya.

Kewenangan mengeluarkan lisensi B2 dimiliki oleh Komisi Wasit Pengprov. Wasit berlisensi B2 berhak memimpin pertandingan bola basket dalam lingkungan terkait.

3. Wasit Wilayah (Lisensi B1)

Wasit Lisensi B1 adalah wasit yang dibina oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) Perbasi. Lisensi B1 diperoleh setelah lulus ujian kenaikan lisensi dan persyaratan lainnya.

Walau dibina oleh Pengprov, wasit lisensi B1 yang aktif melakukan kegiatan perwasitan daerah dan telah dinyatakan lulus oleh Komisi Perwasitan Pengprov berhak memimpin pertandingan tingkat Nasional, seperti PON dan kompetisi olahraga bola basket tingkat nasional.

4. Wasit Nasional (Lisensi A)

Wasit Lisensi B1 yang telah dinyatakan lulus melalui serangkaian ujian oleh Komisi Perwasitan Pengurus Pusat (PP) Perbasi berhak memperoleh lisensi A.

Wasit yang berlisensi A berhak memimpin pertandingan tingkat Nasional, seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) dan kompetisi olahraga bola basket tingkat nasional.

5. Wasit Internasional (Lisensi FIBA)

Wasit berlisensi A yang telah dinyatakan layak oleh Komisi Perwasitan PP Perbasi berhak mengikuti ujian wasit tingkat internasional yang dilakukan oleh komisi wasit tingkat regional FIBA atas persetujuan dan rekomendasi FIBA yang diselenggarakan di suatu negara.

Apabila dinyatakan lulus, maka wasit tersebut berhak menyandang lisensi wasit internasional (FIBA-licensed). Wasit berlisensi FIBA berhak memimpin pertandingan bola basket internasional baik di dalam maupun di luar negeri.

Jadi, jumlah wasit dalam permainan bola basket berjumlah tiga orang yang masing-masing memiliki tugasnya sendiri.

(ANH)