Lari Sprint: Peraturan Pertandingan dan Tekniknya

Konten dari Pengguna
31 Agustus 2021 17:52
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Info Sport tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Lari Sprint: Peraturan Pertandingan dan Tekniknya (70774)
zoom-in-whitePerbesar
Lari Sprint (Sumber: Freepik)
ADVERTISEMENT
Lari sprint merupakan salah satu nomor lari dari cabang olahraga atletik. Sprint dilakukan dengan kekuatan dan kecepatan penuh dari garis start hingga garis finish.
ADVERTISEMENT
Pada kejuaraan lari, pemenang cabang olahraga ini ditentukan dari catatan waktu tercepat.
Sprint juga kerap dipertandingkan di tingkat nasional hingga internasional. Dalam perlombaan sprint, lintasan lari yang digunakan seorang atlet akan dibatasi dengan jarak tertentu sesuai kategori lomba yang diikuti.
Terdapat beberapa kategori sprint yang biasa dilombakan, yakni 100 meter, 200 meter, dan 400 meter.
Biasanya, seorang atlet lari jarak pendek atau sprinter akan fokus di satu atau dua kategori lomba saja. Dalam cabang atletik, lari jarak pendek atau sprint adalah:

Aturan Perlombaan Lari Jarak Pendek Sprint adalah

Lari Sprint: Peraturan Pertandingan dan Tekniknya (70775)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Lari Sprint (Sumber: Unsp
Induk organisasi atletik Internasional IAAF (International Amateur Athletic Federation) membuat peraturan perlombaan yang dijadikan acuan bagi perlombaan lari sprint.
Aturan tersebut juga ikut dilaksanakan oleh PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) di tingkat nasional. Berikut ini adalah aturan perlombaan untuk lari sprint:
ADVERTISEMENT

1. Aturan Perlombaan

  • Garis start dan finish selebar 5 cm siku-siku dengan batas tepi dalam lintasan. Tepi garis start dan tepi garis finish terdekat menjadi ukuran jarak perlombaan.
  • Aba-aba yang digunakan untuk memulai lomba adalah “bersedia”, “siap” dan “ya” atau bunyi pistol.
  • Saat aba-aba “ya” atau bunyi pistol yang ditembakkan ke udara, semua peserta lomba lari mulai berlari.
  • Peserta yang membuat kesalahan saat start diberikan peringatan maksimal tiga kali.
  • Pada perlombaan besar lari sprint dilakukan empat tahap, yaitu babak pertama, babak kedua, babak semifinal, dan babak final.
  • Nantinya, akan terjadi babak pertama jika jumlah peserta banyak, pemenang I dan II tiap heat berhak maju ke babak berikutnya.

2. Hal yang Dianggap Tidak Sah

Hal-hal yang dianggap tidak sah dalam lari jarak pendek adalah:
ADVERTISEMENT
  • Melakukan kesalahan start lebih dari tiga kali.
  • Memasuki lintasan pelari lain.
  • Mengganggu pelari lain.
  • Keluar dari lintasan.
  • Terbukti memakai obat terlarang.

3. Sarana dan Peralatan yang Digunakan

Lintasan dalam perlombaan lari sprint lebar lintasan yang digunakan berukuran 1,22 meter. Panjang lari menyesuaikan kategori yang diikuti oleh seorang pelari.
Kemudian, ada beberapa peralatan penting yang digunakan dalam perlombaan lari sprint, seperti sepatu spikes, stopwatch, bendera aba-aba, start block, dan tiang finish.

Gerakan-gerakan Dasar dalam Lari Sprint adalah

Lari Sprint: Peraturan Pertandingan dan Tekniknya (70776)
zoom-in-whitePerbesar
Teknik Start Lari Sprint (Sumber: Pixabay)

1. Teknik Start

Menurut (Purnomo 2007: 23) seorang pelari harus melakukan persiapan awal sebelum berlari atau dinamakan start. Tujuan utamanya adalah mengoptimalkan pola lari cepat.
Lalu, start yang biasa dipakai dalam lari sprint adalah sebagai berikut:
  • Start pendek (Bunch Start).
  • Start Menengah (Medium Start).
  • Start Panjang (Long Start).
ADVERTISEMENT

2. Teknik Lari

Lari Sprint: Peraturan Pertandingan dan Tekniknya (70777)
zoom-in-whitePerbesar
Lari Sprint (sumber: Unsplash)
Teknik ini digunakan pelari untuk mengerahkan kekuatan dan kecepatan dengan teknik berlari yang telah dipelajari. Ada dua tahap dalam berlari cepat, di antaranya adalah:
  • Fase Topang
Fase topang terdiri dari topang depan dan topang dorong. Caranya adalah mendarat pada telapak kaki, kemudian lutut kaki topang bengkok harus minimal pada saat amortisasi, kaki ayun dipercepat, pinggang, sendi lutut, dan mata kaki dari kaki topang harus diluruskan kuat-kuat pada saat bertolak. Selanjutnya, paha kaki diayunkan naik dengan cepat ke suatu posisi horizontal.
  • Fase Layang
Tujuan fase layang adalah memaksimalkan dorongan ke depan. Caranya melakukannya adalah sebagai berikut:
  1. Mengayunkan lutut kaki, bergerak ke depan, dan ke atas.
  2. Pada fase pemulihan, lutut kaki topang bengkok, irama ayunan lengan aktif namun rileks.
  3. Kemudian, kaki topang bergerak ke belakang.
ADVERTISEMENT

3. Teknik Finish

Seorang sprinter harus melewati garis finish dengan cepat. Seorang pelari dinyatakan finish jika beberapa bagian tubuhnya sudah dalam bidang vertikal dari sisi terdekat garis finish.
Muhtar (2011:14) menjelaskan, terdapat tiga teknik pada saat melewati garis finish dalam lari jarak pendek atau sprinter, yaitu:
  1. Condongkan dada kemudian menjatuhkannya ke depan.
  2. Salah satu bahu dijatuhkan ke depan.
  3. Secepat mungkin lari, sampai beberapa meter garis finish terlewati.
Demikian penjelasan mengenai lari sprint beserta peraturannya. Lari sprint sendiri termasuk dalam cabang olahraga atletik.
(ANH)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020